sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenperin: Industri gula merupakan sektor strategis

Berbagai program dan kebijakan telah dijalankan, termasuk untuk program revitalisasi dan memacu kebijakan investasi.

Davis Efraim Timotius
Davis Efraim Timotius Selasa, 05 Okt 2021 15:02 WIB
Kemenperin: Industri gula merupakan sektor strategis

Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri gula agar bisa lebih produktif dan berdaya saing sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri menuju swasembada khususnya gula konsumsi nasional.

Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan, berbagai program dan kebijakan telah dijalankan, termasuk untuk program revitalisasi dan memacu kebijakan investasi di sektor kritikal tersebut.

“Industri gula juga merupakan salah satu sektor strategis bagi negara, karena merupakan komoditas yang mempunyai peranan penting bagi upaya ketahanan pangan dan peningkatan pertumbuhan perekonomian masyarakat Indonesia,” ujar Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika dalam keterangan tertulis, Selasa (5/10).

Sebelumnya, Plt. Dirjen Industri Agro beserta jajaran melakukan kunjungan kerja di pabrik gula PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS), yang berlokasi di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini dalam rangka meninjau langsung perkembangan produktivitas pabrik gula berbasis tebu yang di bangun di daerah remote di kaki Gunung Tambora.

Beroperasi sejak tahun 2017, saat ini aktivitas PT SMS telah membawa dampak yang luas bagi perekonomian masyarakat sekitar perusahaan, terutama para mitra petani tebunya. Selain itu, kehadiran PT SMS turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.

Sejauh ini PT SMS telah menyerap lebih dari 500 karyawan dan melibatkan lebih dari 1.400 petani tebu mitra dengan luas tanam 1.780 hektare.

Adapun mitra petani tebu meliputi 12 desa, antara lain di wilayah timur perusahaan dengan potensi luas lahan 4.751 hektare, mencakup empat desa, yaitu Soritatangga, Doropeti, Nangakara, dan Sorinomo. 

Berikutnya, untuk wilayah barat perusahaan dengan potensi luas lahan 7.130 hektare, terdapat delapan desa, yaitu Beringin Jaya, Pekat, Calabai, Karombo, Kadindi Barat, Kadindi Timur, Nangamiro, dan Tambora.

Sponsored

Saat ini, PT SMS telah berhasil menanam tebu di area perkebunannya sendiri seluas 2.518 hektare dari total HGU 5.500 hektare. Pada 2021, dari total luas tanaman tebu baik di lahan milik sendiri maupun hasil kemitraan seluas 4.298 hektare yang bisa dipanen untuk produksi gula sebesar 2.450 hektare dan sisanya untuk bibit.

PT SMS memperkirakan produksi Gula Kristal Putih (GKP) dari tebu sebesar 10.723 ton atau meningkat cukup signifikan dibandingkan 2020 dengan produksi GKP sebesar 2.816 ton.

Plt Dirjen Industri Agro optimistis, produktivitas dari PT SMS akan berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik khususnya wilayah timur Indonesia. Pada 2021, kebutuhan GKP mencapai 2,8 juta ton.

“Pemerintah bertekad untuk terus memberikan perhatian terhadap pengembangan industri gula di tanah air,” tegas Putu.

Berita Lainnya
×
tekid