sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenperin keluarkan 14.533 izin operasi perusahaan di wilayah PSBB

Sebanyak 14.533 perusahaan tetap diizinkan beroperasi selama masa PSBB.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 28 Apr 2020 14:55 WIB
Kemenperin keluarkan 14.533 izin operasi perusahaan di wilayah PSBB
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 80094
Dirawat 37247
Meninggal 3797
Sembuh 39050

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut telah mengeluarkan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMK) kepada 14.533 perusahaan di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 26 April 2020.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan perusahaan yang telah mengajukan IOMK tersebut berasal dari sektor industri agro, industri kimia, farmasi dan tekstil, industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika, industri kecil menengah dan aneka, serta kawasan industri dan jasa industri.

"Sektor-sektor tersebut mempekerjakan sebanyak 4,3 juta orang," kata Sigit dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (28/4).

Sigit merinci, provinsi terbanyak yang telah memiliki IOMK tersebut adalah Jawa Barat dengan 5.185 IOMK, Banten sebanyak 2.816 IOMK, dan Jawa Timur sebanyak 2.606 IOMK.

Sigit mengatakan Kementerian Perindustrian menginginkan seluruh industri tetap berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Namun, pada penerapannya menjadi tak mudah karena beberapa pemerintah daerah meminta agar seluruh industri tak beroperasi.

"Ini berlawanan dengan keinginan Kemenperin. Karena ada beberapa industri yang apabila ditutup, biaya investasinya akan besar sekali. Seperti kaca dan petrochemical yang harus terus beroperasi," ujar Sigit.

Selain itu, hambatan lain yang ditemui Kemenperin di daerah adalah adanya kewajiban dari pemerintah daerah bagi perusahaan untuk melakukan rapid test ke karyawannya. Menurut Sigit, hal ini tak mudah dilakukan, apalagi ke industri yang sifatnya padat karya seperti tekstil yang mempekerjakan 5.000-10.000 orang.

Adapun untuk strategi pemulihan ke depan, Sigit mengatakan, Kemenperin telah menyiapkan roadmap untuk pemenuhan bahan baku dalam negeri, yaitu dengan mengembangkan industri petrokimia.

Sponsored

"Karena bahan baku yang kita impor, paling besar merupakan produk petrokimia. Permintaan untuk produk petrokimia kita 8 juta ton, tapi industrinya baru bisa produksi 1 juta ton," tuturnya.

Berita Lainnya