sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenperin sebut masih punya PR naikkan PMI

Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia sejak Mei berangsur naik.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 04 Agst 2020 18:59 WIB
Kemenperin sebut masih punya PR naikkan PMI
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 266845
Dirawat 60431
Meninggal 10218
Sembuh 196196

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, memberikan izin kepada industri manufaktur untuk tetap beroperasi di masa pandemi Covid-19, dengan memenuhi protokol kesehatan dan mendapatkan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI).

"Kami terbitkan kebijakan ini. Kebijakan ini membantu perekonomian Indonesia tidak terpuruk karena industri masih bisa bergerak," kata Agus dalam webinar INDEF, Selasa (4/8).

Melalui kebijakan tersebut, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia sejak Mei pun berangsur naik, bahkan menyentuh level 46,9 pada Juli. Untuk diketahui, PMI Indonesia tercatat anjlok ke level 27,5 pada April, setelah sebelumnya pada Februari menyentuh level tertingginya di 51,9.

"Pertanyaannya, apakah mungkin PMI Indonesia bisa naik? Ini jadi PR kita, agar PMI bisa naik lagi ke 51,9," ujarnya.

Agus melanjutkan, Kemenperin selalu berupaya membuat industri manufaktur Indonesia bisa memiliki daya saing. Upaya ini menurut Agus telah dilakukan Kemenperin secara terus-menerus, bahkan sebelum Covid-19 masuk Indonesia.

Upaya yang telah dilakukan tersebut misalnya dengan penurunan harga gas industri di level US$6 per juta metrik british thermal unit (MMBTU). Penurunan daya saing ini menurut Agus dapat meningkatkan daya saing industri.

Kebijakan terbaru yang dikeluarkan pemerintah bagi sektor industri, adalah menghapus pembelian listrik minimal 40 jam. Sehingga saat ini korporasi, termasuk di dalamnya industri manufaktur, hanya membayar listrik dan gas yang mereka pakai.

"Kalau pakai 20 jam, mereka bayar 20 jam. Jadi tidak pakai 20 jam, tetapi bayar 40 jam. Ini upaya pemerintah membantu perusahaan menghadapi pandemi Covid-19, yang pada dasarnya, masalah yang mereka hadapi adalah cashflow," tuturnya.

Sponsored
Berita Lainnya
×
img