sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kemenperin targetkan kenaikan IKM sebesar 1% per tahun

 IKM  berkontribusi dalam mendongkrak pertumbuhan manufaktur dan perekonomian di Tanah Air.

Hermansah
Hermansah Sabtu, 24 Feb 2018 23:14 WIB
Kemenperin targetkan kenaikan IKM sebesar  1% per tahun

Kementerian Perindustrian menargetkan kenaikan jumlah unit usaha Industri Kecil Menengah (IKM) rata-rata sebesar 1% per tahun dan penyerapan tenaga kerja 3% per tahun. Ini karena IKM  berkontribusi dalam mendongkrak pertumbuhan manufaktur dan perekonomian di Tanah Air.

“Untuk itu, kami konsisten berupaya memperkuat kemampuan IKM. Di antaranya dengan melakukan perumusan kebijakan, penguatan kapasitas kelembagaan, dan pemberian fasilitas kepada IKM yang berpotensi di Indonesia,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih, Sabtu (24/2).

Kemenperin mencatat, jumlah unit usaha IKM di dalam negeri terus mengalami peningkatan setiap tahun. Misalnya, pada 2013, terdapat 3,43 juta IKM, naik menjadi 3,52 juta IKM pada 2014. Kemudian, mampu mencapai 3,68 juta IKM di 2015, bertambah lagi menjadi 4,41 juta di 2016. Sementara pada triwulan II 2017, jumlah IKM berada di angka 4,59 juta unit usaha.

Dengan 4,4 juta unit usaha IKM, tenaga kerja yang terserap sebanyak 10,1 juta orang. Jumlah tersebut mendominasi dari populasi dan tenaga kerja industri di Indonesia. Diperkirakan, jumlah IKM nasional akan semakin meningkat seiring pertumbuhan kelas menengah yang diperkirakan mencapai 70% dari total penduduk Indonesia pada 2025 nanti.

Oleh karenanya, Kemenperin tengah mendorong IKM agar dapat memanfaatkan marketplace untuk mempromosikan produknya secara online. Hal ini seiring dengan perkembangan ekonomi digital saat ini, dimana transaksi lebih banyak dilakukan melalui e-commerce. “Makanya, kami telah memfasilitasi platform digital untuk mereka dengan membangun e-Smart IKM pada tahun lalu,” tutur Gati.

Pada tahun lalu, sudah 1.730 IKM yang telah mengikuti workshop e-Smart IKM. Tahun ini ditargetkan bertambah menjadi 4.000 IKM dan 2019 diperkirakan 5.000 IKM. “Para peserta workshop mendapat pelatihan untuk peningkatan daya saing dan produktivitas usahanya. Selain itu, materi tentang cara foto produk dan mengunggahnya, serta cara berjualan di marketplace,” terang Gati.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan,  terus melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap sektor IKM dalam rangka penguatan struktur industri nasional. Untuk itu, Kemenperin terus mendorong pentumbuhan populasi IKM sesuai dengan sektor prioritas yang juga tengah dipacu kepada industri skala besar.

“Kami melakukan fasilitasi peningkatan kemampuan sentra-sentra IKM di Indonesia, meliputi sentra IKM pangan, barang dari kayu dan furnitur, sentra IKM kimia, sandang, aneka dan kerajinan, serta sentra IKM logam, mesin, elektronika dan alat angkut,” tuturnya.

Sponsored

Berbagai upaya untuk meningkatkan akses pembiayaan terhadap IKM telah dilakukan. Antara lain, melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan Pemodalan Nasional Madani (PNM).

Dalam program pembinaan pelaku IKM, Kemenperin juga telah bekerjasama dengan PT Ruang Raya Indonesia (ruangguru.com) tentang peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor industri melalui pemanfaatan teknologi informasi digital.