sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kementerian BUMN akan perluas cakupan holding farmasi

Untuk membentuk holding ini, banyak tahapan yang harus disiapkan oleh Kementerian BUMN. 

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 15 Okt 2020 13:07 WIB
Kementerian BUMN akan perluas cakupan holding farmasi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan memperluas cakupan holding farmasi melingkupi layanan sektor kesehatan. Seperti diketahui, Kementerian BUMN di awal tahun ini telah membentuk holding BUMN farmasi yang beranggotakan PT Bio Farma (Persero) sebagai induk holding, dan PT Kimia Farma Tbk., serta PT Indofarma Tbk. sebagai anggota holding.

Asisten Deputi Bidang Telekomunikasi dan Farmasi Kementerian BUMN Aditya Dhanwantara mengatakan, ke depan holding farmasi tersebut akan dilengkapi dengan perusahaan-perusahaan BUMN di bidang layanan kesehatan.

"Apakah bentuknya langsung holding? menurut saya ini adalah staging yang perlu kita siapkan dan kita lalui," kata Aditya dalam Ngopi BUMN, Kamis (15/10).

Untuk membentuk holding ini, banyak tahapan yang harus disiapkan oleh Kementerian BUMN. Baik dari sisi perusahaan, maupun dari sisi pemegang saham yang perlu ditata dan diajak bekerja sama.

"Untuk waktunya kami belum bisa menentukan secara pasti kapan. Namun, kalau integrasinya kami harapkan dalam waktu dekat sudah bisa dimulai atau segera disinergikan," ujarnya.

Holding farmasi tersebut akan diperluas menjadi klaster BUMN sektor kesehatan. Nantinya, holding farmasi dan BUMN yang memberikan layanan kesehatan seperti Pertamedika, Krakatau Medika, dan rumah sakit BUMN lain yang menjadi afiliasi, akan terintegrasi menjadi satu.

Integrasi sektor kesehatan tersebut belum tentu berbentuk holding. Bentuknya bisa jadi berupa sinergisitas, kerja sama operasi, value chain, atau supply chain

"Itu bisa jadi kiat-kiat bagaimana kami membentuk suatu klaster atau ekosistem. Jadi holding tidak selalu menjadi jawaban untuk jadi satu klaster," tuturnya. 
 

Sponsored
Berita Lainnya