logo alinea.id logo alinea.id

Kementerian BUMN kantongi 5 nama calon Dirut PLN

Kementerian BUMN segera menyaring calon Direktur Utama PT PLN (Persero) pengganti Sofyan Basir.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 17 Jun 2019 18:14 WIB
Kementerian BUMN kantongi 5 nama calon Dirut PLN

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah mengantongi lima nama calon direktur utama PT PLN (Persero). Lima nama itu menjadi kandidat pengganti Sofyan Basir yang terjerat masalah korupsi.

Deputi Bidang Usaha Energi Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah mengatakan nama-nama tersebut nantinya akan dibawa ke Menteri BUMN Rini Soemarno untuk diseleksi. Selanjutnya, diajukan ke tim penilai akhir (TPA) hingga Presiden Joko Widodo.

“Biasanya kita ajukan itu minimal tiga sampai lima nama, nanti baru dibawa ke menteri BUMN terus ke TPA dan presiden,” ujar Edwin ketika ditemui di rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/6).

Edwin mengatakan, calon datang dari internal dan eksternal PT PLN. Namun, ia mengatakan, sampai saat ini masih belum ada calon kuat yang akan menduduki posisi tersebut.

“Belum ada yang konfirmasi karena saya masih menunggu arahan dari Bu Menteri,” katanya.

Edwin memprediksi proses seleksi akan berlangsung alot. Pasalnya, tidak mudah mencari pemimpin yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan.

Edwin mengatakan, Menteri Rini memiliki kriteria khusus bagi calon Dirut PT PLN. Dirut penjaga setrum itu harus memiliki leadership yang kuat dan berintegritas baik.

Di samping itu, Dirut PLN kelak juga dituntut dapat menjadi penyelesai masalah yang membelit PT PLN. “Karena memang PLN itu banyak sekali tugasnya. Karyawannya saja ada 120.000 orang dan setiap tahun harus mengejar program pemerintah,” tambahnya.

Sponsored

Edwin menambahkan, nilai investasi yang besar juga akan menjadi tantangan bagi direktur utama PLN nantinya.

“Investasinya dia setahun itu mendekati Rp100 triliun. Jadi enggak gampang itu mencari orang yang mempunyai kapasitas pemimpin PLN,” kata dia.

Saat ini, posisi Direktur Utama PT PLN (Persero) masih ditempati oleh pelaksana tugas (plt). Hal ini menyusul penetapan Dirut PLN Sofyan Basir dalam kasus suap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.