sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kementerian BUMN minta PLN segera tinggalkan energi fosil

Kementerian BUMN mendorong PT PLN (Persero) segera menggunakan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Rabu, 14 Agst 2019 15:16 WIB
Kementerian BUMN minta PLN segera tinggalkan energi fosil

Kementerian Badan Usaha Milik Negara meminta PT PLN (Persero) meninggalkan energi berbasis fosil atau konvensional. Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah mengatakan PLN harus segera menggunakan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

"Di negara lain konsep energi fosil sudah mulai ditinggalkan, nah ini harapan saya, PLN harus memiliki bahan bakar yang berasal dari EBT," kata Edwin  di JCC, Jakarta, Rabu (14/8).

Menurutnya, jika PLN masih belum memikirkan konsep bahan bakar yang terbarukan, akan selamanya PLN sulit mengendalikan biaya produksi. Sebab, hingga saat ini bahan bakar yang digunakan adalah fosil atau berbasis minyak.

Di sisi lain, minyak saat ini juga masih banyak yang impor, sehingga harga jualnya ditentukan oleh pasar global di mana kendali bukan berada di PLN.

"Kalau saja minyak mentah Indonesia naik walau hanya US$1, pasti biaya produksi akan terasa naik juga, belum lagi kurs mata uang juga turut mempengaruhi," kata Edwin.

Edwin menjelaskan bahwa potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) bisa diperoleh dari pembangkit listrik tenaga, air, angin, arus laut atau bahkan tenaga surya.

Jika konsep tersebut mulai dikembangkan secara serius, maka PLN bisa menekan biaya produksi dan dampaknya adalah harga listrik juga bisa lebih murah untuk dapat dialirkan kepada masyarakat ataupun industri.

Ia juga berharap bahwa target bauran energi khususnya di energi baru terbarukan pada tahun 2025 dapat dicapai secara 100% sesuai target awal. (Ant)

Sponsored