sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Buang uang untuk perbaikan stadion baru GBK

Padahal renovasi venue dan penataan kawasan GBK dibiayai dengan menggunakan pajak yang dihimpun dari masyarakat.

Cantika Adinda Hermansah
Cantika Adinda | Hermansah Senin, 19 Feb 2018 16:40 WIB
Buang uang untuk perbaikan stadion baru GBK
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 118753
Dirawat 37530
Meninggal 5521
Sembuh 75645

Perhelatan akbar Piala Presiden usai sudah. Pada puncaknya, Persija berhasil menundukkan Bali United dengan skor mencolok, yakni 3-0. Pertandingan antara Persija vs Bali United tersebut sekaligus sebagai ajang uji coba Gelora Bung Karno yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,75 triliun.

Tetapi sayangnya perhelatan itu menyisahkan sedikit noda. Salah satunya dengan adanya kerusakan sejumlah fasilitas di Kompleks dan Venues GBK. Padahal renovasi venue dan penataan kawasan GBK dibiayai dengan menggunakan pajak yang dihimpun dari masyarakat. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun sempat menangis ketika mendapatkan informasi kerusakan tersebut.  “Saat kejadian, saya sedang berada di Yogyakarta. Saya lihat melalui media, saya menangis karena renovasi venues dan kompleks GBK membutuhkan perjuangan yang tidak mudah,” ucap Basuki Hadimuljono.

Apa yang dirasakan oleh Basuki memang ada benarnya juga. Dana sebesar Rp 2,75 triliun bukanlah sedikit. Angka itu jauh lebih tinggi daripada dana bergulir yang untuk penguatan usaha kecil dan menengah (UMKM) pada 2017 yang hanya sebesar Rp1,5 triliun.

Padahal, pemerintah maupun seluruh stake holders percaya keberadaan UMKM memberikan dampak positif bagi perekonomian. Jika dana sebesar Rp 2,75 triliun tersebut dipergunakan untuk menguatkan usaha kecil dan menengah, pastinya akan semakin banyak UMKM yang terbantu.

Hal di atas  hanya sekedar ilustrasi betapa besarnya manfaat jika dana tersebut dipergunakan untuk kepentingan lain. Sekaligus menegaskan besarnya dana yang dipergunakan untuk merenovasi venues dan komplek GBK. 

Keberadaan GBK sendiri sebenarnya memiliki peran yang cukup berarti. Bukan hanya pada sektor olahraga tetapi juga ekonomi. Semakin berkualitasnya infrstruktur olahraga yang dimiliki, akan berdampak positif pada sektor ekonomi lainnya. Misalkan saja, meningkatkan okupansi tempat penginapan hingga meramaikan sentra kuliner di sekitar venues.

Pada ajang kompetisi olahhraga terbesar di Asia yang diselenggarakan pada 18 Agustus sampai 2 September ini, tentunya akan mendatangkan banyak orang. Mereka adalah pendukung ataupun keluarga dari atlet pada cabang olahraga yang bertanding.

Sponsored

Jumlahnya pun diperkirakan mencapai ribuan. Mereka tentunya membutuhkan makan, membeli oleh-oleh, transportasi dan sebagainya. Tentu bukan hanya perusahaan besar yang akan menikmati kedatangan mereka. Pedagang kaki lima pun pasti merasakan betul dari kehadiran mereka.

Tentunya perlu peran serta semua pihak agar hal itu bisa terjadi. Salah satunya dengan menjaga agar proyek yang dibiayai dari APBN ini bisa dipergunakan sesuai yang diharapkan. Tidak boleh lagi ada aksi anarkis dari oknum yang tidak bertanggungjawab. 

Memang hasil evaluasi sementara yang disampaikan pihak pengelola tidak lebih dari Rp 150 juta. Pintu yang rusak pun akan diselesaikan dalam waktu sepekan. Sementara untuk lanskap, tanaman yang rusak akan diganti. Ini perlu waktu untuk tumbuh.

Tetapi yang harus menjadi perhatian semua pihak adalah sekarang merupakan momentum yang pas untuk menjaga infrastruktur. Terutama yang dibiayai dari APBN. Jangan biarkan dana yang berasal dari keringat rakyat itu menguap hanya karena ketidakmampuan menjaga kaki atau tangan. 

Tentu lebih bermanfaat apabila dana perbaikan itu dipergunakan untuk hal bermanfaat. Contohlah, Warga Surabaya dimana taman-taman di Kota Surabaya yang dibangun meski tanpa pagar, tetap bisa dijaga oleh warganya. Apabila hal tersebut bisa dilakukan, tentunya penggunaan dana APBN akan semakin efisien dan efektif.
 

Berita Lainnya