sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kinerja membaik, Djakarta Llyod akan IPO

Perusahaan pelayaran pelat merah Djakarta Llyod sudah mencatat laba tahun ini.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 29 Agst 2019 12:51 WIB
Kinerja membaik, Djakarta Llyod akan IPO

PT Djakarta Lloyd (Persero) akan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan perbaikan kinerja perusahaan. Target initial public offering (IPO) tersebut merupakan bagian dari Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) perusahaan.

Direktur Utama Djakarta Lloyd Suyoto mengatakan IPO ini akan dilakukan perusahaan pelayaran pelat merah tersebut pada tahun 2020 atau 2021.

"Dana IPO nanti pasti untuk modal kerja. Karena kita perusahaan shipping, pasti untuk menambah armada," kata Suyoto di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (29/8).

Suyoto mengatakan Djakarta Lloyd berencana melepas sebanyak 30% saham mereka ke publik saat IPO nanti.

Sementara, untuk kinerja perusahaan, Djakarta Lloyd sudah bisa mencatatkan pendapatan setelah pada 2014 melakukan restrukturisasi finansial. 

Hingga semester I-2019 ini, perusahaan telah mencatatkan pendapatan sebesar Rp300 miliar dari target Rp640 miliar sepanjang tahun. Perusahaan juga membukukan laba bersih sebesar 45% dari target laba Rp71 miliar.

Namun, Suyoto berujar perusahaan masih memiliki kendala dalam proses IPO tersebut. Sebab Debt to Equity Ratio (DER) perusahaan masih belum bisa diperbaiki akibat kerugian dan utang sebesar Rp400 miliar yang terjadi di masa lalu.

"Kalau DER ini masih belum bisa diperbaiki dalam waktu tiga tahun, ya akan mundur rencana IPO nya," ujar Suyoto.

Sponsored

Adapun untuk pendanaan lainnya, Djakarta Lloyd berencana menerbitkan Mid Term Notes (MTN) dalam bentuk rupiah pada kuartal IV-2019 di bulan Oktober atau November.

"Jumlahnya tidak banyak untuk tahap pertama ini, hanya Rp200 miliar untuk membayar satu kapal tanker," tutur Suyoto.

Kapal tanker tersebut rencananya akan digunakan untuk memenuhi kontrak pengangkutan bahan bakar dari Pertamina yang akan dimulai pada 2020.