sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Terimbas skandal Jiwasraya, kinerja reksa dana anjlok

Rata-rata kinerja reksa dana dalam satu bulan terakhir periode 31 Desember 2019 hingga 31 Januari 2020 tak memuaskan.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 11 Feb 2020 11:40 WIB
Terimbas skandal Jiwasraya, kinerja reksa dana anjlok
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Skandal korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) alias ASABRI berimbas pada kinerja reksa dana.

Rata-rata kinerja reksa dana dalam satu bulan terakhir periode 31 Desember 2019 hingga 31 Januari 2020 tak memuaskan. Mengutip data Infovesta, dari empat produk reksa dana, reksa dana saham tercatat membukukan kinerja yang paling anjlok. Rata-rata kinerja reksa dana saham yang ditunjukkan oleh Infovesta 90 Equity Fund Index tercatat paling rendah ketimbang reksa dana lainnya, yaitu minus 7,12%.

Buruknya kinerja reksa dana saham diikuti oleh rata-rata reksa dana campuran atau Infovesta 90 Balanced Fund Index yang minus 2,82%. Jebloknya kinerja kedua jenis reksa dana tersebut disebabkan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 5,71% dalam periode sepanjang awal tahun 2020.

Sementara itu, rata-rata reksa dana pendapatan tetap atau Infovesta 90 Fixed Income Fund Index tercatat paling moncer dengan membagikan return sebesar 1,74%. Lalu, rata-rata kinerja reksa dana pasar uang atau Infovesta 90 Money Market Fund Index mencatat return sebesar 0,47%.

"Cukup banyak reksa dana yang memiliki saham-saham terkait grup Benny Tjokrosaputro sehingga kinerja reksa dana saham secara rata-rata menjadi buruk," kata Head of Capital Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana, saat dihubungi Alinea.id.

Sekedar informasi, Benny Tjokrosaputro merupakan mantan Direktur Utama PT Hanson International Tbk. Dia menjadi salah satu tersangka kasus Jiwasraya.

Kendati demikian, dia yakin, skandal kasus Jiwasraya dan ASABRI hanya akan berdampak sementara terhadap kinerja reksa dana. Kepercayaan investor terhadap pasar modal diprediksi kembali pulih seiring terungkapnya kedua kasus tersebut. 

"Saya optimistis kepercayaan investor akan kembali meningkat secepatnya," kata Wawan.

Sponsored

Diperkirakan, rata-rata reksa dana saham sepanjang tahun ini bisa membagikan return 9%. Angka itu melonjak ketimbang realisasi rata-rata reksa dana saham atau Infovesta 90 Equity Fund Index sepanjang tahun lalu yang minus 15,08%.

Prediksi return reksa dana saham tahun ini mempertimbangkan IHSG yang ditargetkan tembus ke level 6.800. Penopangnya, tren penurunan suku bunga sehingga pertumbuhan ekonomi diprediksi bisa berada di level 5%.

"Tahun ini ada Pilpres di Amerika Serikat dan harapan meredanya perang dagang sehingga akan berimbas pada pasar modal Indonesia," ucapnya.

Berikut kinerja 5 reksa dana saham terbaik periode year to date (YTD) 31 Januari 2020:
1. Millenium Equity Prima Plus (-1,98%)
2. Pacific Equity Progresif Fund VI (-1,99%)
3. Sucorinvest Maxi Fund (-2,04%)
4. Simas Equity Syariah (-2,14%)
5. Maybank Sector Rotation Equity Fund (-2,53%)

Berikut kinerja 5 reksa dana saham terburuk periode (YTD) 31 Januari 2020:
1. Emco Growth Fund (-25,04%)
2. Emco Pesona (-26,39%)
3. Pool Advista Ekuitas Optima Syariah (-26,81%)
4. Narada Saham Indonesia (-27,90%)
5. Emco Mantap (-31,11%)

Berita Lainnya