logo alinea.id logo alinea.id

Bukalapak PHK Karyawan, saham EMTK melemah

Saham EMTK terkoreksi hingga 0,79% usai Bukalapak mengonfirmasi PHK atas sejumlah karyawannya.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 11 Sep 2019 15:15 WIB
Bukalapak PHK Karyawan, saham EMTK melemah

Pemangkasan jumlah karyawan Bukalapak berdampak pada kinerja saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK). Saham EMTK bergerak melemah pada perdagangan Rabu (11/9) Pada pukul 14.00. 

Saham EMTK mengalami koreksi sebesar 0,79% atau 50 poin ke level Rp6.250 per saham.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih di seluruh pasar dengan nominal Rp135,77 miliar. Saham EMTK memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp34,40 triliun dengan imbal hasil negatif 29,38% satu tahun.

Seperti diketahui, perusahaan e-commerce Bukalapak dikabarkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya. PHK tersebut dilakukan sebagai strategi perusahaan agar bisa menjaga keberlanjutan bisnis menjadi unicorn pertama yang meraih keuntungan.

Chief of Strategy Officer of Bukalapak Teddy Oetomo mengatakan, pihaknya menargetkan untuk dapat mencapai break even, bahkan keuntungan dalam waktu dekat.

"Kami perlu melakukan penyelarasan secara internal untuk menerapkan strategi bisnis jangka panjang kami, melakukan penataan yang diperlukan, serta menentukan arah selanjutnya," kata Teddy, Selasa (10/9), dalam keterangan tertulis yang diterima Alinea.id.

Teddy melanjutkan, upaya Bukalapak menjadi sustainable e-commerce atau perusahaan dagang elektronik yang menghasilkan keuntungan penting bagi pihaknya. Walaupun pertumbuhan Gross Merchandise Value (GMV) adalah indikator yang penting bagi e-commerce, Bukalapak ingin melangkah ke tahap yang lebih jauh.

"Bukalapak telah menghasilkan kenaikan dalam monetisasi, memperkuat profitabilitas, yang saat ini berjalan dengan baik, dan bahkan melampaui ekspektasi kami," ujar Teddy.

Sponsored

Teddy melanjutkan, bagi pengguna dan partner bisnis mereka, penataan ini berarti perusahaan bisa memfokuskan diri untuk meningkatkan layanan dan memberi dampak positif lebih luas.

Sebagai informasi, saham Bukalapak sebesar 35,18% per semester I-2019 dimiliki oleh EMTK melalui anak usahanya, PT Kreatif Media Karya (KMK). Jumlah tersebut setara dengan kepemilikan 2,67 juta lembar saham.

Dari laporan keuangan EMTK per 30 Juni 2019, utang usaha Bukalapak tercatat mengalami kenaikan sebesar 48,4% menjadi Rp84,30 miliar semester I-2019, dari Rp56,80 miliar per 31 Desember 2018.

Kemudian pendapatan dari Bukalapak merosot 41,3% menjadi Rp69,7 miliar pada semester I-2019, dari Rp119,05 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Lalu, beban pokok pendapatan Bukalapak naik tajam sebesar 883,16% menjadi Rp37,7 miliar pada semester I-2019, dari Rp3,83 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, Direktur Informasi dan Manajemen Risiko BEI, Fithri Hadi mengatakan Bursa akan terus melakukan upaya dengan menyampaikan informasi mengenai manfaat dan tata cara melakukan Initial Public Offering (IPO) pada perusahaan start-up.

"Tapi belum ada proses yang konkrit dengan e-commerce kita," kata Hadi di BEI, Rabu, (11/9).