logo alinea.id logo alinea.id

Konglomerat Prajogo Pangestu anggarkan duit Rp6,5 triliun

Emiten milik konglomerat terkaya ke-10 Indonesia, Prajogo Pangestu, mengalokasikan anggaran hingga Rp6,5 triliun untuk ekspansi bisnis.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 19 Des 2018 19:14 WIB
Konglomerat Prajogo Pangestu anggarkan duit Rp6,5 triliun

Emiten milik konglomerat terkaya ke-10 Indonesia, Prajogo Pangestu, mengalokasikan anggaran hingga Rp6,5 triliun untuk ekspansi bisnis.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$400 juta-US$450 juta setara Rp6,5 triliun untuk tahun 2019. 

Direktur Chandra Asri Petrochemical Suryandy menyebutkan capex tersebut sebagian besar akan digunakan untuk pengembangan fasilitas produksi perseroan.

Selain itu, capex juga akan digunakan untuk memfasilitasi aktivitas persiapan perseroan untuk membangun komplek pabrik Chandra Asri Petrochemical II.

Capex kami akan siapkan dari dana internal perseroan. Lalu untuk pengembangan pabrik new polyethylene kami juga sudah dapatkan dari JBIC (The Japan Bank for International Cooperation). Kami ada penerbitan obligasi namun itu nanti untuk refinancing,” kata Suryandy di Jakarta, Rabu (19/12).

Pada 17 Desember 2018 lalu, perseroan mengumumkan telah mendapatkan fasilitas kredit ekspor dari JBIC dan BNP Paribas Cabang Tokyo dengan nilai total US$170 juta. 

Selain itu, Nippon Export and Investment Insurane (NEXI) akan memberikan perlindungan asuransi untuk tranche dari BNP Paribas Cabang Tokyo.

Lebih lanjut, Suryandy menjelaskan, untuk persiapan pembangunan CAP II, perseroan harus mengeluarkan dana untuk membayar licensor, akuisisi lahan, dan teknologi yang akan digunakan. Persiapan CAP II tetap memakan investasi meski keputusan investasinya akan ditentukan pada 2020.

Sponsored

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten petrokimia tersebut telah menggelontorkan investasi sebesar US$192,02 juta pada sembilan bulan pertama tahun ini, meningkat 58,41% dibandingkan investasi yang dihabiskan perseroan pada periode sama tahun sebelumnya.

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB