sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Konsumsi RT dan investasi jadi penyebab minusnya pertumbuhan ekonomi

Konsumsi rumah tangga, misalnya, yang berkontribusi terhadap PDB sebesar 56,9% masih mengalami kontraksi sebesar 2,3%.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 05 Mei 2021 13:48 WIB
Konsumsi RT dan investasi jadi penyebab minusnya pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi sebesar 0,74% (yoy). Hal ini dipicu oleh kontraksi konsumsi rumah tangga dan juga Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Padahal, kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, dua komponen pengeluaran ini berkontribusi sangat besar terhadap pembentuk produk domestik bruto (PDB), yaitu sebesar 88,9%.

Konsumsi rumah tangga, misalnya, yang berkontribusi terhadap PDB sebesar 56,9% masih mengalami kontraksi sebesar 2,3%, sedangkan PMTB yang kontribusinya 32% mengalami kontraksi 0,23%.

"Jadi, apa yang terjadi pada dua komponen ini, akan punya pengaruh sangat luar biasa pada pertumbuhan ekonomi," katanya dalam keterangan pers virtual, Rabu (5/5).

Adapun, komponen pengeluaran yang mencatatkan posisi menggembirakan adalah konsumsi pemerintah yang tumbuh sebesar 2,96% (yoy), ekspor sebesar 6,74% (yoy), dan impor sebesar 5,27% (yoy).

Kendati demikian, kontraksi konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2021 ini mengalami perbaikan dibandingkan dengan tiga kuartal sebelumnya, di mana pada kuartal II-2020 kontraksi 5,52%, kuartal III-2020 minus 4,05%, dan kuartal IV-2020 kontraksi 3,61%.

"Konsumsi rumah tangga masih kontraksi, tetapi arahnya membaik jika dibandingkan dengan kuartal dua, tiga, dan empat di 2020," ujarnya.

Kecuk pun menguraikan, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang mengalami kontraksi paling dalam adalah transportasi dan komunikasi sebesar 4,24% (yoy), lalu restoran dan hotel 4,16% (yoy), serta pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya 2,71%.

Sponsored

Sedangkan, untuk komponen investasi atau PMTB yang mengalami kontraksi paling besar adalah bangunan 0,74% (yoy), peralatan lainnya 4,88% (yoy), dan CBR 1,18% (yoy). 

"Bangunan ini kontraksi tipis 0,74%. Ini bisa tercermin juga dari sisi lapangan usaha di mana output konstruksinya masih mengalami kontraksi," ucapnya.

Sementara itu, indeks keyakinan konsumen pada kuartal I-2021 juga masih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar 88,02 dibandingkan kuartal I-2020 yang sebesar 117,7.

Berita Lainnya