sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Luhut: Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB peringkat 3 di dunia

Bangsa Indonesia disebut memiliki keahlian terampil dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 16 Sep 2020 19:22 WIB
Luhut: Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB peringkat 3 di dunia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 291182
Dirawat 61839
Meninggal 10856
Sembuh 218487

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dirinya ingin melihat produk-produk kriya karya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dapat tampil di etalase-etalase pusat perbelanjaan.

"Produk kriya yang lahir dari tangan anak bangsa harus menjadi tuan rumah di Indonesia. Produk kriya tersebut harus terletak secara strategis di berbagai etalase pusat perbelanjaan," kata Luhut dalam launching Bangga Buatan Indonesia, Rabu (16/9).

Luhut menuturkan, bangsa Indonesia memiliki keahlian terampil dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi. Nilai tambah produk bisa semakin tinggi, lanjutnya, apabila produk tersebut bisa dihasilkan dengan riset dan teknologi.

Selain itu, dia menjelaskan, produk ekonomi kreatif yang diproduksi oleh UMKM berkontribusi dalam pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional. Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Indonesia berada di peringkat ketiga di dunia, hanya kalah dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Sponsored

Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, Luhut mengatakan, subsektor kriya menjadi penyumbang terbesar ke PDB nasional. Dia menyebut pada tahun 2018, subsektor kriya menyumbang US$874 juta terhadap PDB nasional, dan angka tersebut naik 2,5% di tahun 2019 menjadi US$ 892 juta.

Meskipun demikian, capaian tersebut menurut Luhut masih jauh dari harapannya. Dia pun meminta capaian tersebut bisa terus ditingkatkan. Sebab, dengan potensi UMKM Indonesia yang mencapai 60 juta unit, kontribusi UMKM ke PDB sangat mungkin ditingkatkan menjadi semakin besar. Luhut juga mengajak masyarakat Indonesia terus mendorong gerakan konsumsi produk dalam negeri.

"Oleh karena itu Bangga Buatan Indonesia harus didorong supaya semua pertumbuhannya jauh lebih besar dari itu," tuturnya.

Berita Lainnya

, : WIB

, : WIB

, : WIB