sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kontribusi industri kreatif terhadap PDB capai Rp1000 triliun

Ada tiga subsektor yang memberikan sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif.

Hermansah
Hermansah Senin, 06 Mei 2019 02:27 WIB
Kontribusi industri kreatif terhadap PDB capai Rp1000 triliun

Peranan industri kreatif terhadap perekonomian nasional cukup besar. Pemerintah akan terus mendorong industri ini berkembang. Salah satu program prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0 ini dinilai akan meningkatkan nilai tambah terhadap PDB nasional sebesar US$150 miliar pada 2025.

“Pengembangan wirausaha baru ini terutama berfokus pada industri kreatif, yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap PDB dengan mencapai Rp1000 triliun pada 2018,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar di Jakarta, Minggu (5/5).

Adapun tiga subsektor yang memberikan sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif, yakni industri kuliner sebesar 41,69%, disusul industri fesyen (18,15%), dan industri kriya (15,70%). Industri animasi cukup potensial berkembang, pertumbuhannya sudah di atas 6%.

Upaya konkret yang dilakukan pemerintah untuk mendorong jiwa wirausaha para pegiat industri kreatif, antara lain memfasilitasi kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat). “Misalnya, sejak 2015, kami menyelenggarakan Diklat Animasi, Programming, dan Desain Grafis di Bali Creative Industry Center (BCIC) yang dikelola oleh Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar,” ungkap Haris.

Sponsored

Selain itu, Kemenperin juga membuat Inkubasi Bisnis TohpaTI untuk membina wirausaha yang ada dan menumbuhkan pelaku startup baru. “Setiap tahun, Inkubasi Bisnis TohpaTI menghasilkan sekitar sembilan hingga sebelas tim startup di bidang animasi, desain, dan software developer. Beberapa alumni ada yang sudah mendapat investasi hingga Rp100 juta. Omzet yang didapat bervariasi, mulai dari Rp10-100 juta setiap bulannya,” kata Haris.