sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Korea Eximbank kucurkan US$3,5 miliar untuk PLTU Jawa

Korea Eximbank, Doosan Heavy dan Korea Midland Power akan bekerja sama dengan PT Indonesia Power menggarap PLTU Jawa 9-10 di Banten.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Selasa, 26 Nov 2019 11:07 WIB
Korea Eximbank kucurkan US$3,5 miliar untuk PLTU Jawa
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 72347
Dirawat 35349
Meninggal 3469
Sembuh 33529

The Export Import Korea Bank (Korea Eximbank) akan mengucurkan pendanaan sebesar US$3,5 miliar untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa 9-10 di Suralaya, Banten.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan lembaga keuangan publik asal Korea Selatan ini akan menyelesaikan persoalan pendanaan (closing financial) untuk proyek tersebut pada awal Januari 2020.

"PLTU Jawa 9-10 Suralaya, Banten, rencananya hampir 'closing' pada awal Januari 2020," kata Airlangga saat konferensi pers di Korea Selatan, Senin (25/11).

Hal tersebut disampaikan dari hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dengan beberapa pemimpin perusahaan terpilih dari Korea Selatan di Lotte Hotel, Busan.

PLTU Jawa 9-10 dibangun PT Indoraya Tenaga, perusahaan gabungan PT Indonesia Power—anak usaha PT PLN (Persero), Doosan Heavy, dan Korea Midland Power.

Airlangga mengungkapkan Korean Eximbank berkomitmen mendorong pengembangan infrastruktur lewat perusahaan asal Negeri Ginseng yang melakukan investasi di Indonesia tersebut.

Investasi Korea Selatan

Dalam kesempatan itu, CEO Korean Eximbank menyampaikan laporannya kepada Presiden terkait investasinya di Indonesia. Salah satunya memberikan dukungan pendanaan Doosan dalam membangun PLTU Jawa 9-10 tersebut.

Sponsored

Selain mengerjakan proyek PLTU Jawa 9-10, Doosan, perusahaan industri berbasis mesin diesel juga berkomitmen akan meningkatkan kerja sama dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA untuk mengembangkan mesin lokomotif.

"Doosan akan merelokasi pabriknya ke Indonesia agar bisa memproduksi mesin diesel juga untuk otomotif," kata Airlangga.

Disamping itu, pemimpin Doosan meminta syarat ada cluster industrinya, sehingga industri pendukung mesin diesel, seperti produksi piston dan lain-lain pindah ke Indonesia juga.

Airlangga juga menyampaikan CEO Doosan akan mengajukan proposal untuk menjadi suatu cluster tersendiri.

Selain Doosan dan Korean Eximbank, kata Airlangga, para CEO terpilih asal Korea Selatan menyampaikan komitmen investasi ke Indonesia secara bergantian.

Dalam pertemuan dengan para CEO terpilih ini, Presiden Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Kemudian, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengundang para pengusaha dari Negeri Ginseng untuk berinvestasi di Indonesia. Para CEO yang diundang yakni dari Lotte Corporation, Posco, Hankook Technology Group, SK E&C, CJ Group, LG Chem, GS Global, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Doosan Corporation, dan The Export Import Bank of Korea (KEXIM).
 

Berita Lainnya