sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Krakatau Steel butuh 8 tahun untuk kembali meraih laba

Krakatau Steel delapan tahun berturut-turut mengalami kerugian.

Hermansah
Hermansah Rabu, 26 Mei 2021 22:38 WIB
Krakatau Steel butuh 8 tahun untuk kembali meraih laba

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di 2020 berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp326 miliar dengan capaian laba operasi mencapai Rp2,4 triliun. Itu artinya, Krakatau Steel mampu meraih laba dari yang sebelumnya mengalami kerugian sejak 2012. 

Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya menyatakan, apresiasi kepada manajemen Krakatau Steel yang berhasil melakukan turn around perusahaan. Di mana sebelumnya delapan tahun berturut-turut mengalami kerugian. Dan pencapaian ini terjadi saat dunia masih menghadapi pandemi Covid-19. 

“Krakatau Steel telah berhasil melakukan restrukturisasi dan transformasi dengan baik. Saya meyakini kinerja Krakatau Steel akan semakin baik ke depannya,” ujar Erick.

Sementara Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, restrukturisasi dan transformasi yang berdampak pada efisiensi serta peningkatan produktivitas sangat berpengaruh pada perolehan laba Krakatau Steel di  2020. Berdasarkan inisiatif efisiensi, perseroan mampu menurunkan biaya operasional di 2020 dari Rp4,8 triliun pada periode 2019 menjadi Rp2,8 triliun atau penurunan biaya operasional sebesar -41%.

Penurunan ini terjadi pada biaya energi yang mengalami penurunan sebesar 46% menjadi sebesar Rp295 miliar, penurunan biaya utility sebesar 27% menjadi Rp564 miliar. Sementara biaya consumable dan sparepart masing-masing mengalami penurunan 61% dan 59% menjadi Rp230 miliar dan Rp65 miliar.

“Dengan Krakatau Steel yang semakin efisien dan produktif, kami menjadi lebih kompetitif dalam melakukan aktivitas usaha kami yang berdampak pada peningkatan kinerja. Terlebih kami pun melakukan berbagai kolaborasi dan kerja sama dalam pengembangan bisnis kami, sehingga peluang untuk meluaskan pangsa pasar menjadi lebih terbuka,” ungkap Silmy.

Peningkatan kinerja Krakatau Steel juga terlihat dari capaian EBITDA atau earning before interest, taxes, depreciation & amortization, yang kian membaik. Di 2020 Krakatau Steel mampu membukukan EBITDA sebesar Rp1,09 triliun, dari sebelumnya EBITDA minus Rp1,92 triliun di 2019. 

 “Krakatau Steel saat ini semakin membaik kinerjanya. Kami menargetkan pendapatan meningkat 43% untuk 2021 yaitu sebesar Rp28 triliun. Dengan segala perbaikan fundamental ini, kami meyakini Krakatau Steel dapat mempertahankan keuntungan untuk di tahun-tahun mendatang,” pungkas Silmy. 

Sponsored
Berita Lainnya