logo alinea.id logo alinea.id

Kredit perbankan tumbuh tipis di tahun pemilu

LPS memproyeksikan pertumbuhan kredit sebesar 12,4% pada 2019. Angka ini tidak jauh berbeda dengan target 2018 sebesar 12%

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 10 Jan 2019 19:43 WIB
Kredit perbankan tumbuh tipis di tahun pemilu

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan pertumbuhan kredit sebesar 12,4% pada 2019. Angka ini tidak jauh berbeda dengan target tahun lalu sebesar 12%.

Anggota Dewan Komisioner LPS Destry Damayanti mengatakan kondisi penyaluran kredit tahun ini juga tidak lepas dari dinamika pemilihan umum (Pemilu) tahun ini.

"Tahun ini kredit infrastruktur tidak lagi segencar di 2017-2018. Namun, kredit investasi dan konsumsi yang akan menopang pertumbuhan kredit tahun ini," ujar Destry di kantor LPS, Jakarta, Kamis (10/1).

Lebih lanjut Destry menjelaskan, pada semester I-2019 ini penyaluran kredit investasi diprediksi lambat. Hal ini didorong sifat investor yang cenderung wait and see, memantau perkembangan politik Tanah Air. 

Menurutnya, saat ini pengusaha sudah banyak yang menunjukkan minat untuk ekspansi dan memperluas investasi, namun tertahan menunggu kepastian Presiden Indonesia yang akan terpilih. Sebab, hal itu akan menentukan regulasi yang ada.

"Minat investasi itu ada, tapi masih belum optimal karena dalam situasi Pilpres. Lihat 2014 lalu, hal-hal yang sifatnya investasi itu stagnan, sebab masih mau lihat siapa presidennya dan apa kebijakannya, fokus di sektor apa," jelasnya.

Sementara itu, kredit konsumsi sepanjang proses pemilu akan meningkat. Sebab, kebutuhan akan atribut kampanye di tahun politik akan semakin besar. "Kredit konsumsi naik dalam kondisi pemilu, banyak stimulus, apakah oleh pemerintahan atau masing-masing partai," katanya. 

Meski demikian, secara keseluruhan penyaluran kredit baru akan pesat di semester II-2019 usai pemilu. Sebab kepastian pemimpin dan kebijakannya baru akan terlihat jelas. 

Sponsored