sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sri Mulyani minta pelaku pasar tetap optimistis meski krisis global

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakinkan investor bahwa perekonomian di dalam negeri tidak akan terpengaruh krisis global

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 31 Okt 2019 12:34 WIB
Sri Mulyani minta pelaku pasar tetap optimistis meski krisis global
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pelaku pasar harus tetap optimism di tengah perlambatan ekonomi global. Sri Mulyani juga meyakinkan investor bahwa perekonomian di dalam negeri tidak akan terpengaruh krisis global tersebut.

"Indonesia tak mungkin tak terpengaruh oleh perlambatan ekonomi global," kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (31/10).

Sri Mulyani mengakui kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump perihal perang dagang pada pertengahan 2018 memang mempengaruhi psikologis para pemain pasar dunia. Negara adidaya tersebut juga mengubah sistem perekonomian menjadi tertutup. Dinamika politik dan ekonomi AS ini berimbas ke negara lain.
 
"Pengusaha di Amerika akhirnya mengalami kecemasan. Mereka duduk di atas uang yang cukup banyak, tapi tak melakukan ekspansi," tutur Sri Mulyani.

Sri Mulyani menuturkan, sebagai dampaknya, perdagangan global menyentuh titik terendah, hanya 1%. Bahkan, Bank Dunia pun telah merevisi pertumbuhan ekonomi dunia sebanyak empat kali menjadi 2,6%.

Namun di Indonesia, lanjut Sri Mulyani, ada semacam kemampuan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dalam negeri cukup besar.

"Size market Indonesia itu mampu menjadi semacam insurance. Kami sangat menyadari tantangan ini, kami akan terus menerus memberi sinyal ke pelaku pasar. Jangan ikut gloomy, karena sekarang ini eranya psychology driven weaknesses," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani melanjutkan, di tengah kondisi global yang tidak pasti, maka supply dan demand dalam negeri harus dijaga. Untuk itu, kata dia, pemerintah sangat berhati-hati mendesain peraturan pajak Indonesia.

"Kita launching banyak sekali insentif perpajakan. Tax holiday, tax allowance, tax deduction, yang bisa memperkuat domestik demand Indonesia," kata Sri Mulyani.

Sponsored

Sri Mulyani mengatakan posisi kebijakan fiskal pemerintah Indonesia saat ini adalah contra cyclical. Kebijakan ini diterapkan dengan mendorong permintaan atas produksi dalam negeri. Dengan demikain, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa berada di kisaran 5%.

Berita Lainnya