sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Krisis pandemi di Indonesia diperkirakan berlangsung panjang

Masuknya varian delta Covid-19 ke dalam negeri telah menyebar ke luar Pulau Jawa dan Bali, membuat penanganannya menjadi lebih sulit.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 23 Jul 2021 18:59 WIB
Krisis pandemi di Indonesia diperkirakan berlangsung panjang

Ekonom Fadhil Hasan mengungkapkan, cepat atau lambatnya krisis yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 di Indonesia, sepenuhnya bergantung kepada kualitas kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

Bahkan, dia memperkirakan jika kualitas pengambilan kebijakan pemerintah masih sama seperti saat ini, krisis yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 akan berlangsung panjang.

"Jadi saya kira, kita akan mengalami krisis yang lonjong atau panjang selama memang kita tidak memiliki satu kebijakan yang firm, yang betul-betul menangani krisis ini dengan suatu kebijakan yang berdampak signifikan," katanya dalam webinar, Jumat (23/7).

Lebih lagi, masuknya varian delta Covid-19 ke dalam negeri telah menyebar ke luar Pulau Jawa dan Bali, membuat penanganannya menjadi lebih sulit.

"Jadi akan selalu seperti ini dan berapa lama ini akan berakhir itu sangat tergantung daripada apa yang dilakukan oleh pemerintah pada kuartal berikutnya ini," ujarnya.

Dia pun melanjutkan, jika pemerintah terpaksa memperpanjang pemberlakuan PPKM darurat hingga di berbagai wilayah di Indonesia, maka sudah dapat dipastikan akan menciptakan koreksi pada pertumbuhan ekonomi.

Sementara, dengan PPKM ini saja sejumlah lembaga telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonominya, seperti misalnya Bank Indonesia (BI) yang merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 3,5%-4,3% dari sebelumnya yang sebesar 4,1%-5,1%.

Dampak yang dirasakan bukan hanya dari sisi makroekonomi, namun lebih parah lagi, yakni berdampak langsung kepada hajat hidup orang banyak jika situasi stagnan seperti saat ini.

Sponsored

Misalnya, di sektor UMKM telah banyak yang mengalami kebangkrutan, menimbulkan gelombang pengangguran dan menambah jumlah kemiskinan baru. Tak hanya di sektor UMKM, dunia usaha lainnya pun telah banyak yang gulung tikar.

"Karena tidak kuat lagi menahan dampak daripada ekonomi yang ditimbulkan itu," ujarnya.

Ditambah lagi, kelompok menengah atas kembali menahan belanjanya sehingga uang yang berputar dari kegiatan ekonomi tidak tercipta. Padahal, sambungnya, sebelum varian delta masuk kelas menengah atas sudah mulai meningkatkan konsumsinya.

Untuk itu, dia berharap agar pemerintah segera mencari solusi yang efektif untuk menanggulangi dampak pandemi ini, sehingga kondisi sosial-ekonomi masyarakat dapat segera dikembalikan dengan kondisi kesehatan yang terjamin.

Berita Lainnya