sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KSPI tunggu realisasi bantuan kepada buruh bergaji di bawah Rp5 juta

Di masa pandemi Covid-19 ini banyak buruh yang tidak mendapatkan upah penuh.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 06 Agst 2020 09:38 WIB
KSPI tunggu realisasi bantuan kepada buruh bergaji di bawah Rp5 juta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengapresiasi rencana pemerintah memberikan bantuan kepada 13 juta pekerja/buruh yang mendapatkan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Menurut Presiden KSPI Said Iqbal, pihaknya sangat mendukung bantuan tersebut, untuk mempercepat penyerapan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ia berharap, rencana ini segera terimplementasikan.

"Terhadap program pemberian bantuan gaji kepada buruh tentu KSPI setuju. Kami berharap program ini bisa segera direalisasikan," kata Said berdasarkan keterangan resminya, Kamis (6/8).

Mengingat di masa pandemi Covid-19 ini banyak buruh yang tidak mendapatkan upah penuh. Hal itu menyebabkan daya beli buruh turun.

Oleh sebab itu, KSPI mendorong agar program dapat cepat terlaksana. Namun demikian, Said mengingatakan program ini harus tepat sasaran, tepat guna, dan disertai dengan pengawasan yang ketat terhadap implementasi program tersebut.

"Data 13 juta buruh yang akan menerima bantuan ini harus valid agar pemberian bantuan upah tepat sasaran," tegasnya.

Lebih jauh, Said menuturkan, rencana ini hampir mirip dengan usulan KSPI, yaitu program subsidi upah bagi buruh terdampak Covid-19. Adanya subsidi upah, dapat langsung dirasakan oleh buruh yang turun daya belinya.

Rencana pemberian bantuan kepada 13 juta pekerja/buruh yang mendapatkan gaji di bawah Rp5 juta per bulan disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani. Menurutnya rencana ini merupakan salah satu yang akan dilakukan pemerintah sebagai upaya mempercepat penyerapan anggaran PEN.

Sponsored

Sri menyampaikan, pemerintah akan menyiapkan dana sebesar Rp32,2 triliun, guna mengimplementasikan rencana tersebut. Ia berharap anggaran yang ada dapat segera tersalurkan. Rencana ini masih dalam tahap proses finalisasi di internal pemerintah.

"Ini dilakukan karena sampai dengan Agustus pennyerapan program PEN masih dirasa perlu ditingkatkan," kata Sri.

Berita Lainnya