sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kunjungan ke Jepang, Erick Thohir jajaki kerja sama berbagai bidang

Erick mengaku, melihat ada potensi bagi Indonesia untuk membuat wisata kesehatan dan kebugaran.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Minggu, 08 Nov 2020 10:15 WIB
Kunjungan ke Jepang, Erick Thohir jajaki kerja sama berbagai bidang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Delegasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin Menteri BUMN, Erick Thohir, melakukan penjajakan kerja sama dengan pemerintah Jepang dan kalangan bisnisnya dalam berbagai bidang. Penjajakan kerja sama tersebut dilakukan di bidang kesehatan, pembangunan perumahan, pembangunan industri baterai kendaraan listrik (EV Battery), dan pembiayaan proyek infrastruktur nasional.

Dalam bidang kesehatan, Erick mengungkapkan, kerja sama ini dilakukan karena Jepang telah dikenal sebagai negara yang maju di bidang kesehatan. Dia mencontohkan, dirinya terkesan dengan tes Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Jepang di bandara, yang cukup dengan saliva dan tidak melalui nasal.

Hasil tes pun dapat diketahui dalam waktu kurang dari satu jam, dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi.

"Saya ingin teknologi ini dipergunakan di bandara-bandara, di bawah manajemen AP1 dan AP2. Bayangkan, dampaknya untuk percepatan pemulihan ekonomi kita," kata Erick dari Tokyo dalam keterangan tertulisnya yang dikutip alinea.id, Minggu (8/11).

Erick juga melihat, teknologi tes PCR yang dibuat Kawasaki Heavy Industries untuk testing cepat dan pelacakan bagi pasien Covid-19 dengan menggunakan teknologi robotik.

Erick Thohir yang didampingi Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, juga bertemu dengan Mitsui Healthcare, perusahaan kesehatan ternama di Jepang yang telah berinvestasi di rumah sakit di Malaysia, Thailand, dan Singapura. Erick mengaku, melihat ada potensi bagi Indonesia untuk membuat wisata kesehatan dan kebugaran.

"Di Bali, khususnya wilayah seperti Sanur, telah menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan lansia dengan positioning yang berbeda dari wilayah lainnya. Potensi Bali sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan, membuka peluang investasi di bidang kesehatan. Khususnya untuk pembangunan fasilitas kesehatan kelas dunia di Bali," kata dia.

Sedangkan di sektor energi terbarukan, proyeksi Indonesia yang akan menjadi pusat industri baterai lithium untuk kendaraan listrik karena cadangan nikelnya, menjadi daya tarik perusahaan otomotif internasional di Jepang untuk menjajaki kerja sama strategis. Nikel menjadi modal untuk pengembangan supply chain EV battery dari hulu ke hilir.

Sponsored

"Banyak perusahaan internasional yang ingin menjajaki kerja sama dengan Indonesia. Korea dengan LGChem, Cina dengan CATL, dan sekarang Jepang dengan Toyota dan Panasonic, adalah perusahaan yang berkeinginan untuk investasi di EV battery," tuturnya.

Di bidang pembiayaan infrastruktur, Erick dan Kartika juga melakukan beberapa pertemuan dengan sejumlah lembaga keuangan di Jepang. Hal tersebut, untuk membahas berbagai potensi investasi langsung Jepang di BUMN dalam pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan bandar udara.

Sementara di bidang perumahan, Erick, Kartika, dan Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury, bertemu dengan IIDA Group Holding dan Daiwa House. Pertemuan tersebut untuk menjajaki kerjasama dalam mendukung program pembangunan hunian untuk milenial yang terintegrasi dengan transportasi massal. Hunian ini akan ramah lingkungan dan dilengkapi dengan teknologi dengan biaya yang efisien.

Berita Lainnya