sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Laba bersih Bank BNI kuartal I-2020 naik tipis

Peningkatan laba bersih tersebut, ditopang oleh kinerja Bank BNI yang solid.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 19 Mei 2020 17:29 WIB
Laba bersih Bank BNI kuartal I-2020 naik tipis
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 29521
Dirawat 18308
Meninggal 1770
Sembuh 9443

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan peningkatan laba bersih pada kuartal I-2020 sebesar Rp4,25 triliun atau meningkat 4,3%, dibandingkan kuartal I-2019 sebesar Rp4,08 triliun.

Direktur Tresuri dan Internasional Bank BNI Putrama Wahju Setyawan, mengatakan peningkatan laba bersih tersebut, ditopang oleh kinerja Bank BNI yang solid. Putrama menyebut pada akhir kuartal I-2020, Bank BNI masih mampu menumbuhkan pinjaman sebesar 11,2% year-on-year (YoY), yaitu dari Rp521,35 triliun pada kuartal I-2019 menjadi Rp579,60 triliun pada kuartal I-2020.

"Jika dibandingkan dengan posisi akhir 2019, pinjaman tumbuh 4,1% year to date (YtD). Hal ini sejalan dengan strategi BNI yang sangat selektif dalam melakukan ekspansi di tengah pandemi Covid-19," kata Putrama dalam konferensi pers virtual Bank BNI, dari Jakarta, Selasa (19/5).

Peningkatan pinjaman ini ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 10,4% YoY, yaitu dari Rp575,75 triliun pada kuartal I-2019, menjadi Rp635,75 triliun pada kuartal I-2020. Dengan pertumbuhan DPK ini, lanjut Putrama, BNI memiliki likuiditas yang sehat dengan loan to deposit ratio (LDR) BNI pada kuartal I-2020 yang tercatat sebesar 92,3%.

Ke depan, BNI melihat pentingnya mengantisipasi potensi tekanan pada likuiditas, yang dipengaruhi oleh adanya penundaan pembayaran angsuran pokok, dan pembayaran bunga dari debitur karena bisnisnya terpengaruh Covid-19, serta tekanan capital outflow dan potensi melemahnya ekspor.

"Dalam kondisi yang sangat menantang seperti ini, likuiditas BNI akan tetap dikelola secara prudent. Hal ini seperti tercermin pada indikator atau rasio-rasio likuiditas yang seluruhnya telah sesuai dengan ketentuan regulator dan risk appetite internal," ujar Putrama.

Dari sisi profitabilitas, kinerja kredit Bank BNI mampu mendorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp9,54 triliun, atau meningkat 7,7% YoY dibanding periode yang sama 2019 sebesar Rp8,86 triliun.

Kenaikan NII tersebut dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 3,8% dan penurunan beban bunga sebesar 2,5%. Penurunan beban bunga ini disebabkan oleh biaya dana (cost of fund) yang turun sebesar 30 bps.

Sponsored

Putrama mengatakan, hal tersebut terjadi karena perolehan dana murah (CASA) yang juga meningkat dibanding kuartal I-2019. Adapun dari sisi beban operasional, strategi efisiensi tetap dilakukan, terutama pada pos biaya variabel, sehingga beban operasional BNI pada kuartal I-2020 dapat tumbuh terkendali sebesar 1,7% YoY.

Adapun rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) Bank BNI pada kuartal I-2020 tercatat naik menjadi 2,4%, dari 2,3% secara tahunan. Kenaikan kredit bermasalah ini diakibatkan oleh pengaruh Covid-19.

"Meskipun naik, rasio ini masih jauh di bawah batas maksimal NPL yang ditetapkan regulator sebesar 5%," tuturnya.

Berita Lainnya