sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Laba bersih Bank BCA melonjak 18,1% jadi Rp14,5 triliun di kuartal II-2021

Lonjakan laba bersih ini akibat basis perbandingan laba bersih yang lebih rendah pada kuartal II-2020.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 22 Jul 2021 16:49 WIB
Laba bersih Bank BCA melonjak 18,1% jadi Rp14,5 triliun di kuartal II-2021

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan lonjakan laba bersih menjadi Rp14,5 triliun di kuartal II-2021. Laba bersih ini naik 18,1% dari Rp12,2 triliun secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, lonjakan laba bersih ini akibat basis perbandingan laba bersih yang lebih rendah pada kuartal II-2020, yang dipengaruhi oleh tingginya tingkat biaya kredit (Cost of Credit) saat awal pandemi Covid-19 di kuartal II-2020. 

"Semester I-2021 ini kinerja kami baik karena kuartal II-2020 lalu ada koreksi tajam," kata Jahja, dalam konferensi pers, Kamis (22/7). 

Selain itu, lanjutnya, biaya cadangan di kuartal II-2020 tercatat 32,4% lebih besar dibandingkan dengan kuartal II-2021.

Dia melanjutkan, nilai bisnis dan frekuensi transaksi nasabah BCA menunjukkan pemulihan pada semester I-2021, sejalan dengan membaiknya aktivitas perekonomian. Transaksi belanja nasabah juga mengalami tren peningkatan di periode yang sama. 

Per Juni 2021, kredit BCA tumbuh 0,8% di sepanjang tahun berjalan (YTD), ditopang oleh segmen korporasi dan KPR yang naik masing-masing 2,1% dan 3,8% YTD. Sementara itu, kredit komersial dan UKM mulai membaik pada kuartal II-2021 secara kuartalan (QoQ), dibandingkan kuartal I-2021. 

Dari sisi pendanaan, current account and savings account (CASA) tumbuh 8,3% YTD, sejalan dengan peningkatan nilai transaksi, basis nasabah yang semakin besar, serta penguatan dan perluasan ekosistem pelayanan bersama para mitra bisnis bank.   

BCA pun membukukan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih sebesar 3,8% YoY, menjadi Rp28,3 triliun pada semester I-2021. Di sisi lain, pendapatan non-bunga menurun tipis 1,2% YoY menjadi Rp10,2 triliun. 

Sponsored

Jahja menuturkan, penurunan ini sebagai dampak dari one-off gain dari penjualan portofolio reksa dana yang dibukukan tahun lalu. Akan tetapi, sebagian besar dapat diimbangi oleh kenaikan pendapatan fee dan komisi. 

Pendapatan fee dan komisi perseroan naik 7,5% YoY, lebih tinggi dibandingkan level pra-pandemi, terutama ditopang oleh pulihnya pendapatan fee dari perbankan transaksi seiring dengan peningkatan jumlah nasabah dan volume transaksi. Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp38,5 triliun atau naik 2,4% dari tahun lalu. 

Secara tahunan, BCA juga mencatatkan total kredit yang stabil di angka Rp593,6 triliun pada Juni 2021, didukung oleh segmen korporasi, KPR, dan kartu kredit. Kredit korporasi naik 1,0% YoY menjadi Rp260,4 triliun pada Juni 2021. 

Di periode yang sama, KPR juga meningkat 2,9% menjadi Rp93,6 triliun, sebagai hasil dari pelaksanaan BCA Online Expoversary pada Maret 2021. Tercatat, sebagian besar kredit tersebut dibukukan pada kuartal II-2021. 

Saldo outstanding kartu kredit juga berhasil mencatatkan rebound, naik 4,5% YoY menjadi Rp14,0 triliun. Kredit komersial dan UKM terkoreksi 1,0% YoY, menjadi Rp182,8 triliun, dipengaruhi oleh perlambatan aktivitas bisnis. Sementara itu, KKB turun 13,4% YoY menjadi Rp36,8 triliun. 

DPK tumbuh jadi Rp895 triliun

Jahja melanjutkan, kinerja dana pihak ketiga tetap kokoh, dengan dana murah atau current account saving account (CASA), naik 21% YoY menjadi Rp697,1 triliun. Deposito berjangka meningkat 6,8% YoY mencapai Rp198,2 triliun.

Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga tumbuh 17,5% dari periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp895,2 triliun, sehingga mendorong total aset naik 15,8% YoY menjadi Rp1.129,5 triliun di akhir Juni 2021. 

"Dengan memanfaatkan basis nasabah yang besar serta memperkuat ekspansi ekosistem digital, BCA mampu mempertahankan kekuatan di segmen perbankan transaksi sebagai penggerak pendanaan CASA yang solid," ujar Jahja. 
Adapun hingga semester I-2021, BCA memproses 41 juta transaksi per hari secara rata-rata, naik dari 28 juta di periode yang sama tahun lalu. CASA berkontribusi sebesar 77,9% dari total dana pihak ketiga per Juni 2021.

Permodalan BCA juga tercatat tetap kokoh dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 25,3%, lebih tinggi dari ketentuan regulator, serta kondisi likuiditas yang memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 62,4%. 

Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga sebesar 2,4%. NPL ini naik 0,3% secara tahunan, dari Rp2,1% secara tahunan. 

Lebih lanjut, Jahja menuturkan pengelolaan loan at risk akan menjadi salah satu fokus BCA pada semester II-2021, mengingat pandemi yang diperkirakan masih akan berlanjut. Sebagai tambahan, rasio pengembalian terhadap aset (return on asset/ROA) tercatat sebesar 3,1%, dan rasio pengembalian terhadap ekuitas (return on equity/ROE) sebesar 16,6%.  

Berita Lainnya