sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Laba bersih Jasa Marga tergerus 15% jadi Rp1,5 triliun

Penurunan laba bersih PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) terdampak pendapatan dari jasa konstruksi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 30 Okt 2019 18:26 WIB
Laba bersih Jasa Marga tergerus 15% jadi Rp1,5 triliun

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) meraup laba bersih sebesar Rp1,5 triliun pada kuartal III-2019 atau turun 15,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,7 triliun. 

Penurunan laba bersih ini seiring dengan penurunan pendapatan perseroan sebesar 22,76% pada kuartal III-2019 ini. JSMR meraih pendapatan sebesar Rp21,15 triliun pada kuartal ini, atau turun dari Rp27,38 triliun dari kuartal III-2018. 

Sekretaris Perusahaan Jasa Marga, M. Agus Setiawan mengatakan menurunnya pendapatan Jasa Marga tersebut karena pendapatan di sektor jasa konstruksi turun sebesar 34,85% pada kuartal III-2019 menjadi Rp13,19 triliun, dari Rp20,25 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pendapatan konstruksi adalah kompensasi untuk jasa yang dilakukan kelompok usaha dalam pembangunan jalan tol baru dan peningkatan kapasitas jalan tol," kata Agus dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (30/10).

Sementara itu, pendapatan Jasa Marga di sektor jalan tol dan usaha lainnya mengalami kenaikan 11,58% menjadi Rp7,95 triliun pada kuartal III-2019, dari Rp7,13 triliun secara tahunan (year on year/yoy). 

Pertumbuhan tersebut ditopang dari kontribusi pendapatan tol sebesar Rp7,36 triliun, di mana pendapatan tol tumbuh sebesar 10,9% dibandingkan kuartal III-2018 yang sebesar Rp6,63 triliun. 

Dari total pendapatan tol tersebut, kontribusi pendapatan tol di ruas-ruas yang dioperasikan oleh anak usaha perseroan yaitu sebesar 17,5%, tumbuh dibandingkan kontribusi pada pendapatan tol kuartal III-2018 yaitu sebesar 13,8% 

"Kenaikan kontribusi tersebut merupakan dampak positif dari pengoperasian jalan tol baru dan kesuksesan perseroan dalam menyambungkan jaringan Jalan Tol Trans Jawa pada akhir tahun 2018," kata Agus. 

Sponsored

Pembangunan ruas-ruas jalan tol baru, lanjut Agus, telah menyumbang pertumbuhan aset dari sisi hak pengusahaan jalan tol perseroan sehingga total aset perseroan pada Kuartal III-2019 tercatat sebesar Rp94,27 triliun atau tumbuh sebesar 14,4% dari Rp82,41 triliun year-to-date (ytd). 

Sedangkan beban pendapatan perseroan hingga kuartal III-2019 mengalami peningkatan 12,8% menjadi Rp4,78 triliun, dari Rp4,23 triliun secara tahunan (year-on-year/YoY). 

"Untuk menjaga profitabilititas dan struktur permodalan, Jasa Marga kembali melakukan inovasi alternatif pendanaan. Pada Juli 2019, perseroan menerbitkan pendanaan Sukuk Ijarah pertama pada bisnis jalan tol untuk salah satu ruas tol milik Anak Usaha Perseroan, yaitu ruas Gempol-Pandaan," tutur Agus. 

Sukuk Ijarah diluncurkan setelah sebelumnya pada semester I-2019 perseroan menerbitkan alternatif pendanaan berbasis ekuitas yaitu Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK DINFRA) pada ruas tol yang sama.

Untuk diketahui, hingga kuartal III-2019, Jasa Marga telah mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.041 kilometer (km) dengan penambahan panjang jalan tol baru di tahun 2019 sepanjang 41,46 km. Jalan tol yang beroperasi di tahun 2018 antara lain Medan Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi VII (Sei Rampah-Tebing Tinggi) sepanjang 9,26 km, dan Pandaan Malang Seksi Pandaan-Singosari sepanjang 30,6 Km, serta akses Jalan Tol Gempol-Pandaan sepanjang 1,6 mm.  

Beberapa proyek jalan tol yang sedang dalam tahap pembangunan dan ditargetkan akan selesai pada tahun ini yaitu proyek jalan tol Pandaan-Malang Seksi Singosari-Malang, Proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated, proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda, dan proyek jalan tol Serpong-Kunciran.

Berita Lainnya