sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Laba bersih SIG naik jadi Rp2,79 triliun di 2020

Penurunan ini disebabkan oleh turunnya permintaan akan produk bahan bangunan

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 01 Mar 2021 11:34 WIB
Laba bersih SIG naik jadi Rp2,79 triliun di 2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan kenaikan laba bersih 16,73% menjadi Rp2,79 triliun sepanjang 2020, dibandingkan 2019 sebesar Rp2,39 triliun. 

Meskipun laba bersih perseroan mengalami kenaikan, pendapatan perseroan tercatat turun 12,87% menjadi Rp35,17 triliun, dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp40,37 triliun.

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso dalam keterangan resminya mengatakan, penurunan ini disebabkan oleh turunnya permintaan akan produk bahan bangunan serta beberapa proyek strategis nasional yang mengalami penundaan akibat kebijakan realokasi anggaran pemerintah.

"Menyikapi kondisi pasar dalam negeri, pada 2020, perseroan melakukan penjualan ekspor ke berbagai negara, seperti Australia, Bangladesh, Srilanka, dan Cina," kata Hendi, Senin (1/3). 

Dia melanjutkan, meskipun kondisi ekonomi dan industri semen di Indonesia mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19, serta semakin ketatnya persaingan, perseroan mampu melalui 2020 dengan pencapaian kinerja yang baik. Khususnya dalam hal efisiensi biaya. 

Hal ini tercermin dari beban pokok pendapatan 2020 mengalami penurunan 14,82% sebesar Rp23,56 triliun, dari Rp27,65 triliun secara tahunan atau year-on-year (yoy), lebih besar dari penurunan pendapatan. Dengan penurunan tersebut, perseroan mampu mencatatkan peningkatan marjin EBITDA menjadi 25,80%. 

"Selain itu, perseroan juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat. Dengan demikian, perseroan mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif," ujar dia.

Lebih lanjut, emiten berkode saham SMGR ini menuturkan pihak mereka akan terus berupaya mengoptimalkan potensi pasar baru dan menghadirkan berbagai solusi di bidang material bangunan. 

Sponsored

Untuk diketahui, pada tahun 2020 SMGR meluncurkan berbagai solusi baru, baik produk baru seperti masonry cement, maupun pengembangan digital marketing, dengan menghadirkan beberapa platform seperti Sobat Bangun, Akses Toko serta official store, untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mendapatkan produk-produk SMGR.

Munculnya kinerja keuangan 2020 perseroan ini, disambut baik oleh investor pasar modal. Dalam amatan Alinea.id, tercatat saham SMGR naik 4,41% ke level Rp10.650 per saham pada Senin (1/3) pukul 11.30. Saham SMGR tercatat memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp63,17 triliun, dengan price to earning ratio (PER) 22,62 kali.

Berita Lainnya