logo alinea.id logo alinea.id

Laba bersih WIKA 2018 melonjak 52,89% jadi Rp2,07 T

PT Wijaya Karya Tbk Persero (WIKA) sepanjang tahun 2018 mencetak laba bersih sebesar Rp2,07 triliun.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Kamis, 21 Mar 2019 10:35 WIB
Laba bersih WIKA 2018 melonjak 52,89% jadi Rp2,07 T

PT Wijaya Karya Tbk Persero (WIKA) sepanjang tahun 2018 mencetak laba bersih sebesar Rp2,07 triliun, tumbuh signifikan 52,89% dari tahun 2017 sebesar Rp1,36 triliun.

Di saat yang bersamaan, WIKA juga mencatat penjualan (belum termasuk proyek-proyek kerja sama operasi/KSO) sebesar Rp31,16 triliun atau melonjak 19,03% dari sebelumnya Rp26,18 triliun.

"Kontribusi penjualan terbesar datang dari sektor infrastruktur dan gedung. Kemudian diikuti sektor berikutnya secara berturut-turut, yaitu energi & industrial plant, industri, dan properti," kata Direktur Utama WIKA Tumiyana, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (21/3).

Peningkatan laba bersih dan penjualan WIKA didukung penerapan teknologi dan inovasi yang menghasilkan efisiensi pada beberapa proyek, di antaranya penerapan teknologi BIM dan inovasi Simulasi WEB cyclone pada Proyek New Development of Oecusse Airport Project.

Net Profit Margin (NPM) WIKA di tahun 2018 melonjak sebesar 6,65% dibandingkan capaian tahun 2017 yang sebesar 5,18%. Grafik positif tersebut, semakin kuat dengan dicatatkannya arus kas operasi yang positif sebesar Rp2,72 triliun.

"Perolehan ini semakin memperkuat keyakinan WIKA untuk merealisasikan target pada tahun 2019 ini," ujar Tumiyana.

Dari sisi aset, sepanjang tahun 2018 WIKA juga mencatat pertumbuhan signifikan 29,65% menjadi Rp59,23 triliun dibandingkan posisi aset tahun 2017 sebesar Rp45,68 triliun.

“Performa WIKA selama tahun 2018 menunjukkan bahwa kami sudah on the track menghasilkan efisiensi dan berpotensi untuk terus bertumbuh secara finansial maupun portofolio proyek. WIKA dipercaya menangani berbagai proyek strategis sehingga ruang WIKA untuk berkembang masih sangat luas,” ujar Tumiyana.

Sponsored

Secara rasio finansial, posisi utang berbunga dibandingkan ekuitas perseroan (gross gearing ratio) tercatat berada di level yang rendah yaitu hanya sebesar 0,79 kali, dengan batas hutang berbunga (debt covenant) sebesar 2,5 kali.

Hal ini menunjukkan bahwa perseroan memiliki kas setara kas Rp13,97 triliun yang lebih tinggi dibandingkan dengan total utang berbunga sebesar Rp13,59 triliun.

WIKA juga terus menambah portofolio kontrak baru di bidang infrastruktur jalan, bangunan gedung dan pelabuhan, yaitu menggarap proyek Tol Ruas Pekanbaru-Padang senilai Rp8,68 triliun, Mixed Used Building Senegal senilai Rp3,50 triliun, Terminal Kijing Rp2,49 triliun dan Terminal dan Apron Bandara Sultan Hasanuddin senilai Rp2,42 triliun. (Ant)