sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Langkah Kementan mengantisipasi iklim ekstrem

Keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan adalah modal utama dalam melakukan fokus kerja di tahun depan.

Tri Kurniawan
Tri Kurniawan Kamis, 31 Des 2020 18:42 WIB
Langkah Kementan mengantisipasi iklim ekstrem

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan akan melakukan gerak cepat mengantisipasi kemungkinan adanya iklim ekstrem yang memengaruhi jalannya produksi pangan di musim tanam 2021. Antisipasi itu sudah dirancang dengan percepatan tanam, infrastruktur air, serta pencocokan validasi cuaca dengan menggunakan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Selama ini kita selalu bersoal dengan masalah cuaca dan hama. Karena itu kami lakukan mapping serta kerja sama dengan BMKG. Yang pasti kami terus bergerak cepat. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik dan bukan hanya beras yang terpenuhi, tetapi komoditas lain selalu tersedia," ujar Mentan dalam Indonesia Business Forum TV One, Rabu, (30/12).

Mentan menyampaikan, keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan adalah modal utama dalam melakukan fokus kerja di tahun depan. Karena itu, pendekatan kerja yang diambil harus berjalan efektif dan efisien.

"Pertanian di 2021 itu sudah kami rancang pada 2020. Karena itu, kami hanya perlu melakukan intervensi agar produksi tahun depan berjalan dengan lancar serta sesuai dengan harapan. Insya Allah cuaca bisa kita kendalikan," katanya.

Secara umum, pihaknya sudah mempersiapkan pasokan beras dari musim tanam 1 dan 2 yang digarap pada Januari-Juni 2020 dengan stok mencapai 7,4 juta ton. Pada periode itu produksi mencapai 17 juta ton dengan kebutuhan konsumsi sebesar 15 juta ton.

"Untuk kesiapan 2021, kami sudah masuk dari Oktober 2020 sampai panen raya di Maret 2021. Dengan luas lahan 8 juta hektare dan hasilnya bisa mencapai 18,5 juta ton sampai Juni 2021. Berarti stok akhir kita di 2021 sampai 8 juta ton-9 juta ton," katanya.

Terkait hal ini, Wakil Dirut Perum Bulog Gatot Trihargo mengatakan, sudah menyiapkan gudang-gudang beras di beberapa provinsi untuk menyerap hasil produksi di musim tanam Maret tahun depan. Persiapan itu bahkan sudah dimulai dengan menampung beras-beras hasil musim tanam di 2020.

"Masa panen raya di Maret sudah kami perhitungkan. Bulog akan melakukan penyerapan hasil produksi petani. Yang pasti kami akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian," katanya.

Sponsored

Bukan hanya itu, Bulog akan mengupayakan penyediaan bansos beras untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat miskin. "Kami sedang upayakan bansos beras di 2021. ini program bagus karena bisa menyerap gabah lebih banyak lagi," tutupnya.

Berita Lainnya