sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lanjutkan penguatan, IHSG dibuka naik 4,41%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 4.530.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 27 Mar 2020 09:34 WIB
Lanjutkan penguatan, IHSG dibuka naik 4,41%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 29521
Dirawat 18308
Meninggal 1770
Sembuh 9443

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 4,41% ke level 4.530. Penguatan ini melanjutkan penguatan IHSG kemarin yang ditutup naik 10,19%.

Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan IHSG berpotensi menguat lagi pada akhir pekan ini. Terdekat, kata dia, IHSG akan menuju atau menguji resistance di level 4.690.

"Penguatan IHSG selain faktor teknikal, juga karena kemarin Menteri Keuangan Sri Mulyani menerbitkan landasan hukum atas pemberian insentif pajak untuk meredam dampak Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia saat ini," kata Sukarno, Jumat (27/3).

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Nico Demus mengatakan sentimen perdagangan hari ini, datang dari para pemimpin negara G20 yang membahas pentingnya berbagi data dan informasi selama pandemi Covid-19.

"Para pemimpin G20 telah memberikan suntikan sebanyak lebih dari US$5 triliun ke dalam pasar ekonomi global dan berkomitmen untuk melakukan apapun untuk mengatasi pandemi covid-19 tersebut," ujar Nico.

G20 juga mengatakan bahwa mereka akan terus melakukan dukungan fiskal yang lebih berani dan dalam jumlah yang sangat besar.

Sementara dari dalam negeri, pemerintah telah mengucurkan Rp158 triliun untuk menghadapi krisis Covid-19. Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah terdiri dari paket pertama senilai Rp10,3 triliun pada 25 Februari, paket kedua senilai Rp22,9 triliun pada 13 Maret, dan pelebaran defisit 0,8% dari produk domestik bruto (PDB) sekitar Rp125 triliun.

"Hal ini merupakan langkah pemerintah dalam memitigasi dampak negatif yang lebih besar terhadap perekonomian akibat pandemi covid-19," tutur dia.

Sponsored
Berita Lainnya