sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Laporan keuangannya dapat opini disclaimer, saham Garuda Indonesia akan masuk watchlist

Saham GIAA pada Senin (19/7) belum masuk watchlist, karena laporan keuangan perseroan baru diterima BEI pada Sabtu (17/7).

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 19 Jul 2021 15:34 WIB
Laporan keuangannya dapat opini disclaimer, saham Garuda Indonesia akan masuk watchlist

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), baru saja mengeluarkan laporan keuangan tahunan periode 2020, yang mendapatkan opini disclaimer. Dalam laporan keuangan tersebut, maskapai penerbangan pelat merah ini diketahui mengalami kerugian hingga Rp34,45 triliun di 2020.

Meski demikian, saham Garuda Indonesia tidak masuk ke dalam daftar efek bersifat ekuitas yang diperdagangkan dalam pemantauan khusus atau watchlist, yang berlaku efektif hari ini, Senin (19/7). Padahal, kondisi laporan keuangan auditan yang mendapatkan opini disclaimer tersebut, memenuhi salah satu kriteria untuk masuk ke dalam watchlist.

Kepala Divisi Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI Saptono Adi Junarso menjelaskan, saham emiten berkode GIAA ini belum masuk ke watchlist karena laporan keuangan perseroan baru diterima BEI pada Sabtu (17/7).

"Jadi ini sudah melewati periode peninjauan kami. Jadi kemungkinan besar akan masuk di periode selanjutnya," kata Saptono dalam jumpa pers, Senin (19/7).

Dia memperkirakan, jika tidak ada perubahan, saham GIAA akan masuk ke daftar watchlist periode berikutnya.

"Kalau terkait dengan laporan keuangan, kami mesti melihat nanti pada saat peninjauan berikutnya. Karena kan dia disclaimer laporan keuangannya, jadi akan kami masukkan (watchlist)," ucapnya. 

Adapun hingga saat ini, terdapat 17 emiten yang masuk ke watchlist ini. Saham yang masuk ke watchlist ini akan disematkan notasi khusus X.

Emiten-emiten bertato X tersebut adalah PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk. (KBRI), PT Envy Technologies Indonesia Tbk. (ENVY), PT Marga Abhinaya Abadi Tbk. (MABA), dan PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL). 

Sponsored

Kemudian, PT Mitra Pemuda Tbk. (MTRA), PT Golden Plantation Tbk. (GOLL), PT Pan Brothers Tbk. (PBRX), dan PT Intan Baruprana Finance Tbk. (IBFN). Kemudian, PT Intraco Penta Tbk. (INTA), PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL), PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP), dan PT Grand Kartech Tbk. (KRAH).

Selanjutnya, PT Garda Tujuh Buana Tbk. (GTBO), PT Leyand International Tbk. (LAPD), PT Onix Capital Tbk. (OCAP), PT Magna Investama Mandiri Tbk. (MGNA), dan PT Pelangi Indah Canindo Tbk. (PICO).

Berita Lainnya

ICW: Tuntutan 11 Tahun Juliari Sangat Rendah

Kamis, 29 Jul 2021 18:48 WIB

2 varian Xiaomi Mi MIX 4 muncul di TENAA

Kamis, 29 Jul 2021 15:17 WIB

Pemkot Kediri upayakan tambah ambulans

Sabtu, 10 Jul 2021 18:32 WIB