sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Laporan keuangan perusahaan picu penguatan IHSG hari ini

Di akhir tahun sejumlah perushaan menyuguhkan tren cukup positif.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 17 Des 2018 09:46 WIB
Laporan keuangan perusahaan picu penguatan IHSG hari ini
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23165
Dirawat 15870
Meninggal 1418
Sembuh 5877

Menjelang Natal dan akhir tahun 2018, pergerakan Indeks Harga Saham (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Senin, (17/12) dibuka menguat 2,16 poin atau 0,04 persen menjadi 6.172,01. Tentunya penguatan IHSG kali ini dipengaruhi adanya sentimen dalam maupun luar negeri.

Direktur Utama Avrist Asset Management, Hanif Mantiq, mengatakan sentimen dalam negeri dipengaruhi adanya pengaruh laporan keuangan masing-masing perusahaan yang positif.

"Di akhir tahun, kita memang melihat masing-masing perushaan menyuguhkan tren cukup positif. Biasanya, perusahaan manajer investasi juga akan mempercantik portofolio atau lebih dikenal window dessing," kata Hanif kepada Alinea.id di Jakarta Senin (17/12).

Selain itu, adanya sentimen menjelang tahun politik juga cukup menyita perhatian kalangan perusahaan. Namun, Hanif menegaskan bahwa sekarang masyarakat sudah semakin rasional menempatkan faktor politik bukan faktor yang utama.

"Kalau saya lihat, kecenderungannya siapa pun yang terpilih akan direspon positif oleh pasar ke depannya," ujar Hanif.

Hanif optimistis, menjelang akhir tahun IHSG dapat kembali ke level penutupan seperti akhir tahun lalu yaitu 6.300.

"Optimis tentunya IHSG kembali ke level 6.300. Saya rasa masih punya energi dengan di dorongnya oleh beberapa sektor seperti consumer," ujarnya.

Adapun Hanif merekomendasikan beberapa saham seperti PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM).

Sponsored

Sementara itu, sentimen dari luar, menunggu pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pekan ini. Managing Director Jagartha Advisors, FX Iwan mengatakan, memperkirakan, IHSG bakal melaju positif di kisaran level support dan resistance di 6.050-6.280.

"Untuk perdagangan pekan ini, fokus kembali tertuju pada FOMC meeting The Fed pada tanggal 18-19 Desember dengan konsensus bahwa kenaikan suku bunga akan kembali dilakukan pada bulan ini," ujar Iwan dalam risetnya.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan, sambil menunggu keputusan FOMC ini, pergerakan IHSG yang diperdagangkan kembali melanjutkan penguatan terbatas didorong sentimen positif dari sisi eksternal.

Melihat kondisi tersebut, pilihan saham yang dapat dijadikan pilihan adalah saham-saham dengan valyasi yang atraktif dan berpotensi mengalami earnugs upgrade seperti ASII, MYOR, ICBP, ACES.

Sekadar informasi, menutup perdagangan pekan lalu, Jumat (14/12), IHSG ditutup melemah tipis 7 poin atau 0,13% menuju level 6.169 dengan asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp84 miliar.

Berita Lainnya