sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pelarangan mudik, layanan bus AKAP di Terminal Tanjung Priok disetop sementara

Hanya Terminal Pulo Gebang dan Terminal Kalideres yang masih melayani calon penumpang bus AKAP saat pelarangan mudik Lebaran 2021.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 07 Mei 2021 09:51 WIB
Pelarangan mudik, layanan bus AKAP di Terminal Tanjung Priok disetop sementara

Tidak ada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang beroperasi dari dan ke Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, selama masa pelarangan mudik, 16.17 Mei. Terminal kini hanya melayani bus dengan rute Jabodetabek. 

Kepala Terminal Tanjung Priok, Muzofar Surya Alam, menerangkan, terminal ditutup sementara untuk bus AKAP sejak Kamis (6/5), pukul 00.00. "Hanya melayani bus untuk tujuan Jabodetabek," ucapnya.

Penghentian layanan tersebut ditandai dengan pemasangan portal dan dijaga petugas di pintu masuk dan keluar area layanan bus AKAP. Pengelola menerjunkan 20 personel untuk berjaga.

"Sosialisasi sudah kami lakukan sebelumnya baik ke setiap pengurus PO bus, pengurus bus, dan penumpang. Sudah jauh-jauh hari kami lakukan bahkan 12 hari sebelum penutupan sementara layanan bus AKAP," tutur Jofar, sapaannya.

Pemerintah memberlakukan larang mudik Lebaran 2021 selama 12 hari hingga 17 Mei mendatang. Kebijakan ini dalam rangka meminimalisasi risiko penularan Covid-19.

Kepala Sudin Perhubungan Jakut, Harlem Simanjuntak, menambahkan, penutupan tersebut sesuai Surat Edaran (SE) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

"Hari pertama (pelarangan mudik) ini, kondisinya berjalan baik. Cenderung sepi penumpang di Terminal Tanjung Priok," katanya, mencuplik Beritajakarta.

Untuk sementara, layanan transportasi bus AKAP di Jakarta hanya dilakukan di beberapa lokasi. Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur (Jaktim), dan Terminal Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar).

Sponsored

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjuk Terminal Kalideres dan Pulo Gebang yang masih bisa melayani operasional bus AKAP. Itu pun melihat kepentingan calon penumpang seperti apa, tidak bisa sembarangan," tandasnya.

Berita Lainnya