sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lion Air Group kembali beroperasi 3 Mei untuk penerbangan khusus

Lion Air Group akan beroperasi untuk penerbangan bagi pebisnis, pemimpin lembaga tinggi atau kenegaraan, dan kargo.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 28 Apr 2020 19:26 WIB
Lion Air Group kembali beroperasi 3 Mei untuk penerbangan khusus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 70736
Dirawat 34668
Meninggal 3417
Sembuh 32651

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan izin beroperasi bagi Lion Air Group untuk penerbangan khusus bagi pebisnis mulai 3 Mei 2020.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan izin khusus (exemption flight) dari Kemenhub juga untuk melayani angkutan kargo dan perjalanan pimpinan lembaga tinggi negara atau tamu kenegaraan.

"Layanan penerbangan tersebut sesuai dengan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama Ramadan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19," kata Danang dalam keterangan resmi, Selasa (28/4).

Danang mengungkapkan rencana operasional akan melayani rute-rute penerbangan dalam negeri termasuk wilayah berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan wilayah dengan transmisi lokal atau daerah terjangkit (zona merah).

“Pebisnis dan calon tamu atau penumpang dengan tujuan pengecualian wajib memenuhi protokol penanganan Covid-19 melalui pengisian kelengkapan dokumen dan melampirkan sebelum keberangkatan berdasarkan persyaratan," ujarnya.

Adapun persyaratan yang harus diisi yakni pertama surat keterangan sehat dari rumah sakit setempat, yang menerangkan bebas atau negatif Covid-19 dengan ketentuan telah melakukan rangkaian tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test), Swab Test atau Polymerase Chain Reaction (PCR).

Kedua, mengisi surat pernyataan di rute PSBB atau Zona Merah yang disediakan oleh Lion Air Group. 

Ketiga, melampirkan surat keterangan perjalanan dari instansi/ lembaga/ perusahaan yang menjelaskan bahwa calon tamu atau penumpang bepergian menggunakan pesawat udara bukan untuk mudik.

Sponsored

Keempat, bagi pedagang atau pengusaha logistik yang tidak memiliki instansi dapat membuat surat pernyataan untuk berdagang/transaksi secara benar. Kelima, mengikuti ketentuan lain yang ditetapkan pemerintah.

Dalam mempersiapkan rencana perjalanan bagi pebisnis dan calon tamu tujuan tertentu, Lion Air akan mengoperasikan armada Boeing 737-900ER dan Boeing 737-800NG. Selain itu, Lion Air juga akan mengoperasikan Airbus 330-300CEO dan Airbus 330-900NEO. 

Wings Air beroperasi dengan ATR 72-500 dan ATR 72-600. Sedangkan Batik Air menyediakan armada Airbus 320-200CEO dan Airbus 320-200NEO, Boeing 737-800NG, serta Boeing 737-900ER. Semua penerbangan dilengkapi hiburan (inflight entertainment) terkoneksi dengan W-IFE AirFi Indonesia yang dapat dinikmati dari semua perangkat.

Lion Air Group juga akan melayani penerbangan operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, konsulat asing, perwakilan organisasi internasional yang memiliki kedudukan di Indonesia.

Selain itu, operasional penegakan hukum, ketertiban dan pelayanan darurat, layanan penerbangan khusus (repatriasi) untuk pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA) dan lainnya atas seizin Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Berita Lainnya