sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lion Air Group tunda pembayaran THR karyawan

THR hanya diberikan untuk karyawan berpenghasilan rendah yang setara dengan upah minimum regional (UMR).

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 20 Mei 2020 16:27 WIB
Lion Air Group tunda pembayaran THR karyawan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 116871
Dirawat 37530
Meninggal 5452
Sembuh 73889

Industri maskapai penerbangan Tanah Air harus menghadapi kenyataan pahit terimbas pandemi Covid-19. Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mengakibatkan angka penurunan penumpang pesawat, bahkan hampir tidak ada pemesanan tiket pesawat sama sekali.  

Agar sanggup bertahan di tengah pandemi, perusahaan maskapai penerbangan Lion Air Group mengambil langkah efisiensi. Salah satunya, melakukan penundaan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pegawai dengan pendapatan menengah ke atas. Namun, untuk karyawan berpenghasilan rendah yang setara dengan upah minimum regional (UMR) tetap dibayarkan secara berangsur hingga situasi normal dan kondisi perusahaan membaik.

"Saat ini THR hanya diberikan kepada pegawai dengan total penghasilan sama dengan UMR yang mayoritas bekerja sebagai tenaga kebersihan, pengamanan, pengemudi, porter, dan staf tertentu," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan resmi, Rabu (20/5).

Sementara THR untuk pegawai berpenghasilan menengah seperti mekanik, awak kabin; pramugari, pramugara, dan staf akan dilaksanakan pada tahap berikut, jika operasional penerbangan sudah kembali normal dan stabil.

Untuk pembayaran THR kelompok pegawai dengan penghasilan tinggi seperti penerbang atau awak kokpit, pejabat struktural atau manajemen akan diberikan apabila kondisi operasional penerbangan sudah normal dan kondisi sudah sangat baik.

"Ini karena kondisi operasional yang tidak ada pemasukan dan bertujuan agar perusahaan masih bisa beroperasi atau bertahan sampai waktu normal itu tiba," ujarnya.

Menurut Danang, langkah tersebut diambil karena pendapatan maskapai hilang akibat pembatasan gerak orang. Saat ini, operasional pesawat hanya tersisa 5% dari pergerakan normal 1.000 penerbangan per hari.

Selain itu, demi mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, Lion Air Group juga melakukan pembicaraan dengan mitra-mitra usaha serta melakukan pemotongan penghasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai prosentase bervariasi.

Sponsored

Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterapkan pada Maret, April, Mei sampai waktu yang belum ditentukan.

"Manajemen masih terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi, serta mempelajari kapan saatnya industri penerbangan domestik dan internasional akan beroperasi normal kembali," ujar dia.

Namun demikian, Lion Air Group memastikan tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pegawai atau karyawan. Saat ini, total karyawan Lion Air Group mencapai 29.000 karyawan.

 "Kami masih terus mempelajari situasi yang terjadi untuk mempersiapkan strategi dan langkah yang akan diambil guna menjaga kelangsungan hidup perusahaan termasuk meminimalisir beban yang ditanggung selama pandemi Covid-19," ucapnya.

Berita Lainnya