sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Lippo Karawaci lepas obligasi US$95 juta untuk lunasi utang

PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) memiliki utang yang jatuh tempo pada 2022.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 11 Feb 2020 15:34 WIB
Lippo Karawaci lepas obligasi US$95 juta untuk lunasi utang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25773
Dirawat 17185
Meninggal 1573
Sembuh 7015

PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) menyelesaikan penawaran obligasi global tambahan senilai US$95 juta atau setara Rp1,29 triliun (kurs Rp13.600 per dolar AS) atas obligasi awal lima tahun senilai US$325 juta. Obligasi tambahan ini rencananya akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX).

CEO Lippo Karawaci John Riyadi mengatakan obligasi tambahan ini akan menawarkan imbal hasil sebesar 7,8%. Imbal hasil ini 32,5 basis poin (bps) lebih rendah dibanding dengan obligasi yang diluncurkan bulan Januari sebesar 8,125%.

"Dana dari obligasi tambahan tersebut akan digunakan untuk melunasi seluruh sisa obligasi yang jatuh tempo pada 2022," kata John dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (11/2).

Dengan pelunasan sisa oligasi tersebut, emiten berkode LPKR ini akan memiliki utang terbatas yang akan jatuh tempo selama lima tahun ke depan hingga 2025.

"Sekarang kami berada pada posisi tidak ada utang besar yang akan jatuh tempo yang terbatas sampai 2025," ujar dia.

John mengatakan penawaran obligasi tambahan ini mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hampir dua kali lipat dengan nilai pemesanan sebesar US$183 juta.

Dengan penerbitan obligasi ini, lanjut John, Lippo Karawaci memiliki rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 21% dan menjadi salah satu perusahaan yang memiliki rasio utang terendah di antara perusahaan properti di Indonesia.

Selanjutnya, kata John, LPKR akan fokus pada peluncuran produk perumahan, penjualan, persediaan, serta peningkatan pra penjualan secara keseluruhan.

Sponsored

Dalam penawaran tambahan obligasi global ini, bertindak sebagai joint global coordinators adalah Credit Suisse, BNP Paribas dan Deutsche Bank. Sementara Citibank, CIMB, dan Bank Mandiri bertindak sebagai joint bookrunners dalam penawaran ini. 

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 16:49 WIB
Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Kamis, 28 Mei 2020 17:45 WIB
Berita Lainnya