logo alinea.id logo alinea.id

Listrik padam, ekonomi RI kacau

Pemadaman listrik yang terjadi pada Minggu (5/8) di Jakarta dan sekitarnya menganggu aktivitas ekonomi secara signifikan.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 06 Agst 2019 07:31 WIB
Listrik padam, ekonomi RI kacau

Pemadaman listrik yang terjadi pada Minggu (5/8) di Jakarta dan sekitarnya menganggu aktivitas ekonomi secara signifikan. Mulai dari perkantoran, pusat perbelanjaan dan industri manufaktur.

Ekonom Insitute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, investasi pada pada sektor  manufaktur diperkirakan akan melambat lantaran investor merasa pasokan energi tidak pasti. 

"Jika mereka ekspansi pabrik tapi jaminan energi listrik tidak stabil, mereka cari negara lain yang lebih siap," ujar Bhima saat dihubungi Alinea.id, Senin (5/8).

Selain itu, pemadaman listrik juga berdampak bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jabodetabek. UMKM menjadi korban yang paling rentan karena tidak mampu membeli genset untuk cadangan ketika mati listrik.

"Bisa dibayangkan pekerjaan seperti bengkel, makanan minuman yang bergantung pada listrik terganggu," katanya.

Menurutnya, kerugian ekonomi secara total diprediksi bisa menembus triliunan rupiah jika kondisi pemadaman terus berlanjut selama 2-3 hari.

"Apalagi lebih dari 70% uang beredar di Indonesia terpusat di DKI Jakarta. Artinya, kalau pusat ekonomi terganggu imbasnya ke pertumbuhan secara nasional," ucap dia.

Indomaret atau PT Indomarco Prismatama menjadi salah satu perusahaan retail yang terdampak dari pemadaman listrik kemarin.

Sponsored

Managing Director PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Wiwiek Yusuf mengatakan, operasional toko Indomaret saat ini belum berjalan normal.

"Ada toko yang belum buka karena masih mengalami pemadaman listrik," kata Yusuf saat dihubungi terpisah.

Ia memastikan, dampak pemadaman listrik mengakibatkan kerugian. Namun, Yusuf belum dapat memastikan jumlah kerugian tersebut.

"Kami menyesalkan pemadaman yang cukup lama dan areanya luas. Indomaret sangat tergantung dengan supply daya listrik," katanya.

Menurutnya, Indomaret telah menyediakan genset berkapasitas 5 Kva untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik. 

"Untuk meng-cover beberapa pendingin produk, pos kasir dan beberapa titik penerangan. Kondisi ini sifatnya sementara, beberapa jam saja karena kapasitas jam kerja mesin dan ketersediaan bahan bakar," ucap dia.

Akan tetapi, setelah tidak ada cadangan daya listrik, toko tidak dapat beroperasi atau tutup. Hal ini bertujuan untuk tetap mengoptimalkan pelayanan pelanggan disaat membutuhkan barang.

Senada, pedagang pakaian di Tanah Abang juga merugi akibat pemadaman listrik di Ibu Kota. Salah satu pedagang pakaian di Tanah Abang, Buyung mengaku bahwa tokonya merugi.

"Kalau untuk jumlah atau nominalnya, yang jelas kerugiannya besar ya," katanya.

Menurutnya, pedagang yang ada di Blok F lebih dirugikan daripada Blok A dan Blok B. Sebab untuk kedua blok tersebut memiliki genset, sehingga tokonya tetap menyala.

Ia juga mengaku, total pengunjung tambah sepi lantaran pemadaman tersebut. "Enggak ada pemadaman saja sepi, apalagi ada pemadaman makin sepi saja pengunjungnya," kata dia.

Makanan basi

Senada, salah satu pedangan makanan di daerah Jakarta Selatan, Rosi juga mengalami kerugian akibat pemadaman.

"Bahan untuk soto, sup, dan sate sudah dimasak dari siang. Tapi tidak bisa kami dagangkan karena malam belum nyala. Kami jualan pukul 18.00 WIB - 23.00 WIB," katanya.

Rosi mengaku bahwa bahan makannya pun basi. Sebab, makanannya pun tidak dapat disimpan dalam pendingin makanan atau kulkas.

"Kalau dari awal ada pemberitahuan kan enggak usah belanja, enggak usah jualan, enggak rugi," kata Rosi.

Sementara itu, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) mengaku bahwa pemadaman listrik tidak mengganggu operasional wahan dan acara di Ancol Taman Impian.

Tercatat, pada Minggu (4/8) jumlah pengunjung mencapai 36.000 wisatawan. "Kami pastikan seluruh wahan dan acara di Ancol tetap beroperasi dengan baik," kata Vice President Corporate Secretary PJAA Agung Praptono.

Saat terjadi pemadaman listrik kemarin, PJAA telah menyiapkan sebanyak 23 unit genset dengan daya 250 Kva - 1.250 Kva. 

"Semua genset dipastikan beroperasi dengan baik karena dilakukan perawatan dan pengecekan secara rutin. Hari ini pun aliran listrik sudaha normal, aktivitas pun kembali normal," katanya.