sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lonjakan kasus Covid-19 bayangi pergerakan IHSG pekan depan

IHSG pekan depan berpeluang terkonsolidasi melemah.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Minggu, 05 Jul 2020 19:15 WIB
Lonjakan kasus Covid-19 bayangi pergerakan IHSG pekan depan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 130718
Dirawat 39017
Meninggal 5903
Sembuh 85798

Lonjakan kasus Covid-19 yang membayangi pembukaan ekonomi, diperkirakan masih akan menjadi sentimen penggerak Indeks Saham Gabungan (IHSG) pekan depan.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan pelaku pasar perlu memerhatikan pernyataan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, bahwa yang terburuk belum datang kasus pandemi Covid-19.

"Beberapa negara bagian Amerika Serikat (AS) melakukan penundaan pembukaan ekonomi akibat kenaikan kasus Covid-19 yang meningkat. Ini menimbulkan kekhawatiran gangguan ekonomi," kata Hans, Minggu (5/7).

Hans juga mengatakan pelaku pasar mulai khawatir kenaikan kasus baru Covid-19 di AS akan menghapus kenaikan lapangan kerja pada musim panas ini. Padahal, seiring dengan pelonggaran lockdown, terjadi perbaikan data tenaga kerja di AS.

Selain sentimen yang datang dari AS, pelaku pasar juga akan memerhatikan potensi perang dagang AS dan China. Hal ini menyusul lebih dari 75 anggota Kongres AS mengirim surat mendesak Presiden Donald Trump untuk mengambil keputusan resmi terhadap China, akibat kekejaman yang terjadi atas kaum muslim Uighur.

"Langkah Trump dan respons pemerintah China akan memengaruhi pergerakan pasar," ujar Hans.

Sentimen lain, lanjutnya, aktivitas bisnis China yang membaik, akibat permintaan dalam negeri yang membaik di tengah permintaan luar negeri yang melemah bisa menjadi sentimen positif pasar.

Adapun sentimen dari dalam negeri, lanjut Hans, akan diwarnai sentimen positif mengenai data ekonomi. Akan tetapi, perpanjangan PSBB transisi menjadi indikasi jika Indonesia belum mampu memenuhi aturan WHO untuk pelonggaran PSBB seperti di negara lain.

Sponsored

"Masalah kesehatan menjadi kendala utama ekonomi Indonesia," tuturnya.

Adapun Hans memperkirakan IHSG pekan depan berpeluang terkonsolidasi melemah, dengan support di level 4.885 sampai 4.712 dan resistance di level 5.000 sampai 5.139.

Berita Lainnya