sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

LPS pangkas suku bunga penjaminan jadi 6,25%

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali memangkas suku bunga penjaminan simpanan di perbankan sebesar 0,25%.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Selasa, 19 Nov 2019 15:04 WIB
LPS pangkas suku bunga penjaminan jadi 6,25%

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali memangkas suku bunga penjaminan simpanan di perbankan sebesar 0,25% pada November 2019. Sehingga bunga pejaminan untuk simpanan rupiah di bank umum menjadi 6,25% dan suku bunga penjaminan valuta asing di bank umum turun menjadi 1,75%. Penurunan bunga penjaminan atau LPS Rate ini dilakukan dalam rapat kajian di luar jadwal reguler pertemuan Dewan Komisioner LPS.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengaku rapat dewan komisioner "kondisional" di November 2019 ini karena otoritas perlu menyesuaikan suku bunga penjaminan dengan kondisi terbaru sistem keuangan dan ekonomi.

"Perihal likuiditas perbankan yang lebih longgar dan kebutuhan stimulus untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi menjadi dua hal yang paling mendorong LPS menurunkan suku bunga simpanan di November 2019 ini," ujarnya di Jakarta, Selasa (19/11).

Dari rapat dewan komisioner periode November 2019 ini, suku bunga penjaminan rupiah di bank umum turun 0,25% menjadi 6,25%, suku bunga penjaminan valuta asing di bank umum turun 0,25% menjadi 1,75%, dan suku bunga penjaminan simpanan rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) turun 0,25% menjadi 8,75%.

"Penurunan ini mempertimbangkan kondisi ekonomi dan perbankan, di antaranya terjadi penurunan suku bunga simpanan setelah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuannya di tahun ini yang totalnya 100 basis poin menjadi 5%," ujar dia.

Halim mengatakan kondisi likuiditas di industri perbankan mulai melonggar pascapenurunan suku bunga kebijakan moneter sebesar 100 basis poin sepanjang Juli-Oktober 2019. Selain itu, risiko dan prospek likuiditas perbankan juga menurun di tengah seimbangnya pertumbuhan simpanan dan kredit.

Parameternya antara lain, suku bunga pasar simpanan (SBP) rupiah menurun 12 basis poin (0,12%) menjadi 5,48% selama 15 Oktober 2019 hingga 11 November 2019. Kemudian SBP valuta asing juga menurun 7 basis poin (0,07%) menjadi 1,08%.

Selain itu, rasio pembiayaan terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) perbankan di September 2019 meluinak ke 93,7% dibanding 94,04% pada Agustus 2019.

Sponsored

"Stabilitas sistem keuangan (SSK) juga terkendali seiring meredanya volatilitas di pasar keuangan meski risiko ketidakpastian global masih tinggi," ujar dia.

Dengan mempertimbangkan perbankan masih dalam proses penyesuaian terhadap penurunan suku bunga kebijakan moneter, serta mempertimbangkan dinamika berbagai faktor-faktor ekonomi dan stabilitas sistem keuangan yang akan mempengaruhi kondisi likuiditas kedepan, Halim mengatakan, PS akan terus memantau dan mengevaluasi terhadap perkembangan suku bunga simpanan.

"Selanjutnya LPS terbuka untuk melakukan penyesuaian terhadap kebijakan Tingkat Bunga Penjaminan sesuai dengan perkembangan data suku bunga simpanan dan hasil asesmen terhadap kondisi ekonomi makro, stabilitas sistem keuangan serta likuiditas perbankan," ujar dia. (Ant)