sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

LRT Jakarta targetkan angkut 14.000 penumpang harian

LRT Jakarta juga akan menggratiskan tiket bagi pelajar dan lanjut usia (lansia).

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Minggu, 01 Des 2019 18:14 WIB
LRT Jakarta targetkan angkut 14.000 penumpang harian

PT Light Rail Transit (LRT) Jakarta optimistis mampu mencapai target 14.000 penumpang per hari. Direktur Utama LRT Jakarta Wijanarko mengatakan saat ini target rasional LRT Jakarta berdasarkan evaluasi uji publik sepanjang 11 Juni hingga akhir November 2019 rata-rata 7.000 penumpang,

Wijanarko mengatakan sejak uji coba publik berlaku dengan tarif gratis, antusiasme pengguna kereta LRT mulai tampak.  “Rata-rata jumlah penumpang yang mengakses LRT saat itu berjumlah 7.400 orang per hari di enam stasiun pemberangkatan,” kata Wijanarko di Jakarta, Minggu (1/12).

General Manager Operasi dan Pelayanan PT LRT Jakarta Aditya Kesuma pada kurun Agustus 2019, tren pengguna LRT sempat mengalami penurunan rata-rata 6.000 penumpang per hari.

"Salah satu penyebabnya saat itu adalah peristiwa blackout (pemadaman listrik) pada Agustus 2019," kata Aditya.

Namun, pada kurun September hingga November 2019, jumlah penumpang kembali stabil di angka 7.400 orang per hari.
Aditya optimistis target yang dibebankan Kementerian Perhubungan hingga 14.000 penumpang mulai hari ini bisa terealisasi melalui serangkaian inovasi.

Salah satu inovasi yang telah diterapkan adalah fasilitas pelayanan penumpang di Stasiun Velodrome yang kini terintegrasi Trans Jakarta melalui skybridge di Jalan Pemuda.

"Penumpang yang mengakses layanan integrasi LRT dan TransJakarta ini bisa menempuh waktu perjalanan 50 menit dari Velodrome sampai Kelapa Gading," katanya.

LRT Jakarta dan Trans Jakarta telah menjadi satu ekosistem transportasi pertama di Indonesia yang mengintegrasikan sistem kerja, fisik layanan, hingga rute perjalanan penumpang.

Sponsored

Tarif layanan integrasi ini Rp8.500 per penumpang untuk sekali tap di stasiun, dengan rincian Rp5.000 tarif LRT dan sisanya Trans Jakarta. 

“Kalau tarif TransJakarta sebelum jam 06.00 WIB malah Rp2.000 per penumpang," katanya.

Selain itu, bentuk inovasi yang juga sedang didorong adalah kebijakan pemerintah dalam upaya memindahkan pengendara pribadi kepada angkutan umum massal di sejumlah stasiun LRT.

"Misalnya melalui pemberlakuan ganjil genap di sejumlah jalan umum yang melintasi stasiun pemberangkatan LRT," katanya.

Gratis bagi lansia dan pelajar

Sementara itu, LRT Jakarta berencana menggratiskan biaya perjalanan bagi kalangan lanjut usia dan pelajar dalam rangka mendongkrak target penumpang pada 2020.

"Mirip seperti moda Trans Jakarta yang sama memberlakukan tarif gratis bagi lansia maupun pelajar yang disubsidi penuh pemerintah," kata Aditya.

Pernyataan itu diungkapkan Aditya usai melepas kereta pertama pemberlakuan tarif perjalanan seharga Rp5.000 per penumpang di Stasiun Velodrome, Jakarta Timur.

Wacana itu saat ini dalam pematangan direksi berdasarkan hasil evaluasi uji publik sepanjang Juni hingga November 2019.
 
"Kami melakukan permintaan kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar penumpang khusus bisa digratiskan dengan subsidi penuh dari pemerintah," katanya.

Tarif Rp5.000 per penumpang LRT saat ini telah disubsidi pemerintah sebesar 30%. Tarif itu berlaku bagi seluruh penumpang dengan tinggi badan minimal 90 centimeter (cm).

Sebelumnya, penumpang dari kalangan pelajar mengeluhkan tentang besaran dana deposit untuk pembelian tiket seharga Rp20.000 per penumpang.

Uang deposit di loket transaksi pembelian tiket itu sudah termasuk ongkos perjalanan kereta Rp5.000. Sedangkan sisanya dikembalikan di stasiun tujuan.

"Kebetulan saya bawa uang dari rumah pas-pasan Rp15.000, soalnya dari berita-berita di online harga tiketnya cuma Rp5.000," kata pelajar di Jakarta Timur, Sandi Sihotang (19).

Sandi bersama empat rekannya terpaksa urung naik kereta sebab uang yang mereka bawa dari rumah kurang.

"Enggak tau nih, paling kita naik Trans Jakarta aja ke Kelapa Gading," kata pelajar lainnya, Marchel (19). (Ant)