sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Luas panen padi pada 2020 diperkirakan naik 1,02%

Angka ini masih berupa perkiraan karena masih ada Oktober sampai Desember yang belum tercatat.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Kamis, 15 Okt 2020 13:44 WIB
Luas panen padi pada 2020 diperkirakan naik 1,02%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan luas panen padi pada 2020 mengalami kenaikan sebanyak 108,93 ribu hektare atau 1,02% dibandingkan luas panen 2019 yang sebesar 10,68 juta hektare.

“Angka ini masih berupa perkiraan karena masih ada Oktober sampai Desember yang belum tercatat,” kata Suhariyanto.

Namun realisasi panen padi sepanjang Januari hingga September 2020 sebesar 9,01 juta hektare, atau mengalami penurunan sekitar 275,35 ribu hektare (2,97%) dibandingkan 2019 yang sebesar 9,28 juta hektare.

“Realisasi panen menurun karena cuaca yang tidak berpihak di berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam live Youtube BPS, Kamis (15/10).

Suhariyanto menambahkan dua provinsi tersebut mengalami gangguan iklim dan serangan hama.
Meski realisasi luas panen mengalami penurunan, produksi padi pada 2020 diperkirakan mengalami kenaikan sebanyak 556,51 ribu ton atau 1,02% dibandingkan produksi di 2019.

Produksi padi tertinggi pada 2020 terjadi pada bulan April, yaitu sebesar 9,77 juta ton, sementara produksi terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sebesar 1,62 juta ton.

Jika potensi produksi padi pada 2020 dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2020 diperkirakan mengalami kenaikan sebanyak 314,10 ribu ton atau 1% dibandingkan 2019.

Produksi beras tertinggi pada 2020 terjadi pada April, yaitu sebesar 5,60 juta ton. Sementara itu, produksi beras terendah terjadi pada Januari, yaitu sebesar 0,93 juta ton.

Sponsored

Upah buruh tani dan bangunan September 2020

BPS mencatat upah nominal harian buruh tani nasional pada September 2020 naik tipis sebesar 0,08% dibanding Agustus 2020, yaitu dari Rp55.677 menjadi Rp55.719 per hari.

“Sementara itu, upah riil naik sebesar 0,15% dibanding Agustus 2020, yaitu dari Rp52.759 menjadi Rp52.837,” ujar Kepala BPS, Suhariyanto melalui live Youtube BPS, Kamis (15/10).

Selain itu, upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada September 2020 juga mengalami kenaikan sebesar 0,98% dibanding Agustus 2020, dari Rp89.872 menjadi Rp90.753 per hari. Sementara upah riil mengalami kenaikan sebesar 1,03%.

Berita Lainnya