logo alinea.id logo alinea.id

Luasnya Indonesia dinilai penyebab tingginya harga avtur

Indonesia yang berbentuk negara kepulauan menjadikan transportasi udara menjadi hal paling wajar untuk digunakan menjangkau antarwilayah.

Hermansah
Hermansah Kamis, 19 Jul 2018 11:03 WIB
Luasnya Indonesia dinilai penyebab tingginya harga avtur

Kementerian ESDM mengungkapkan penyebab tingginya harga bahan bakar pesawat jenis avtur adalah karena luasnya wilayah Indonesia.

"Ini masih perkiraan saya saja ya. Kalau saya taksir penyebab utamanya adalah luasnya wilayah Indonesia dan terdiri dari ribuan pulau," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Djoko Siswanto, ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (19/7).

Indonesia yang berbentuk negara kepulauan menjadikan transportasi udara menjadi hal paling wajar untuk digunakan menjangkau antarwilayah.

Oleh karena itu, pemakaian avtur menjadi lebih banyak dipergunakan, sebab menggunakan jalur darat dan laut untuk menghubungkan antarpulau masih belum memungkinkan.

"Apalagi, untuk pengiriman logistik di pulau terpencil, pesawat perintis masih menjadi pilihan utama, sehingga rute penerbangan pendek antarpulau masih jamak dilakukan," katanya.

Banyaknya rute penerbangan antarpulau tersebut, lanjut Djoko, membuat konsumsi Avtur menjadi lebih banyak dibandingkan negara lain, sehingga harganya besar kemungkinan menjadi naik dan apalagi ketersediannya juga berkurang.

"Kalau dibandingkan negara Singapura yang kecil, kan pasti konsumsi Avturnya lebih banyak di Indonesia, wajar saja prediksi penyebab naiknya harga karena faktor geografis," kata Djoko.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, akan melakukan negosiasi dengan PT Pertamina (Persero) agar menurunkan harga avtur minggu depan.

Sponsored

Sebab, saat ini harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal sekitar 20% dibandingkan harga internasional. Dengan negosiasi yang dilakukan, setidaknya harga bahan bakar pesawat tersebut bisa turun hingga 10%.

Data yang dihimpun Antara, harga avtur di Bandara Changi, Singapura sekitar US$ 178 sen/galon atau Rp6.583/liter. Harga ini termasuk yang paling murah dibanding bandara-bandara lainnya di dunia, termasuk di Riyadh, Arab Saudi sekitar US$ 200 sen/galon atau Rp7.397/liter.

Sedangkan berdasarkan situs Pertamina Aviation, harga Avtur di Bandara Soekarno-Hatta saat ini mencapai Rp7.580 atau US$ 0,56 setiap liternya. Sudah termasuk pengiriman ke pesawat namun belum menghitung PPN 10% dan PPh 0,3% khusus penerbangan domestik.

 

Sumber:  Antara