sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Luhut: Ekspor batu bara ke China terganggu coronavirus

Ekspor batu bara Indonesia ke China mencapai 44,8 juta ton pada 2018.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 06 Feb 2020 13:43 WIB
Luhut: Ekspor batu bara ke China terganggu coronavirus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2273
Dirawat 1911
Meninggal 198
Sembuh 164

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penyebaran coronavirus di China telah menyebabkan penurunan ekspor komoditas dari Indonesia seperti batu bara.

"Jadi di Wuhan, Provinsi Hubei, kawasan industri terbesar di China shutdown semua. Jadi kelihatan, ekspor batu bara, ekspor apa saja ke sana menurun,” katanya di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (5/1).

Luhut mengungkapkan penurunan ekspor ke China akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia di semester I-2020. Pasalnya, China menjadi negara paling berpengaruh, dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 17%.

Oleh karena itu, lanjut Luhut, semua hal yang mengganggu perekonomian Tiongkok akan berdampak kepada perekonomian global, termasuk Indonesia.

"Memang kita enggak bisa hindari (akan berdampak ke pertumbuhan ekonomi), kan saya sudah gambarkan, peran ekonomi China sudah 17% dari GDP dunia. Dulu waktu terjadi SARS itu kan hanya 4,2% jadi dampaknya kepada ekonomi global tidak terlalu besar," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, volume ekspor batu bara Indonesia periode Januari-November 2018 tumbuh 7,22% menjadi 312,3 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai US$18,9 miliar.

Dari data yang sama juga disebutkan bahwa ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok mencapai 44,8 juta ton pada 2018. Menempati urutan kedua setelah India dengan 99,14 juta ton.

Sementara, sepanjang 2019, Tiongkok masih menjadi pasar utama ekspor produk Indonesia dengan nilai sebesar US$25,852 miliar, dan batu bara masih menjadi komoditas utama ekspor Indonesia.

Sponsored
Berita Lainnya