logo alinea.id logo alinea.id

Luhut minta bantuan Jepang tingkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia

Forum Dialog Pemerintah dan Swasta RI-Jepang ketiga digelar di Jakarta, Rabu (29/5).

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Kamis, 30 Mei 2019 08:38 WIB
Luhut minta bantuan Jepang tingkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta Jepang untuk ikut meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia. 

"Top priority (prioritas utama) pemerintah sekarang adalah peningkatan sumber daya manusia, oleh karena itu kami minta agar dibantu untuk pengembangan SDM terutama yang berada di luar Pulau Jawa," ujarnya di Jakarta, Rabu (30/5).

Luhut menyampaikan hal itu dalam Forum Dialog Pemerintah dan Swasta RI-Jepang ketiga yang digelar di Jakarta, Rabu. Forum ini dihadiri delegasi Jepang yang dipimpin oleh Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Hiroshige Seko.

Menurut Luhut, peningkatan kualitas tenaga kerja tak lepas dari tujuan pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan seluas mungkin bagi masyarakat. Terutama di proyek-proyek yang dibiayai investasi asing.

"Saya sangat mengapresiasi langkah pihak Jepang dalam memberikan pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas SDM, hal ini sudah baik. Namun ke depan saya minta upaya ini lebih banyak dilakukan," tuturnya.

Menanggapi permintaan tersebut, Menteri Seko mengatakan kesiapan pihaknya untuk membantu sesuai permintaan Pemerintah RI. Menurut dia, pemerintah dan perusahaan-perusahaan di Jepang menyadari bahwa Indonesia adalah mitra penting.

“Sehingga kami sangat mendukung permintaan Pemerintah Indonesia untuk melakukan pelatihan-pelatihan kepada tenaga kerja Indonesia untuk meningkatkan daya saing Indonesia," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua The Jakarta Japan Club (JCC) Kanji Tojo menyebutkan tindak lanjut Dialog Pemerintah dan Swasta RI-Jepang kedua adalah adanya pelatihan bagi 107 guru sekolah menengah kejuruan (SMK) di Medan, Lampung dan Makassar.

Sponsored

"Para guru itu diberikan pelatihan dasar dan praktek mesin, keterampilan kelistrikan dan Kaizen (5S) pada Februari lalu," jelasnya.

Dia pun menambahkan pihak industri Jepang akan terus bekerja sama dengan pemerintah RI dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Lebih jauh, tujuan dari Forum Dialog Pemerintah dan Swasta RI-Jepang ke-tiga ini adalah untuk mendiskusikan beberapa isu yang menjadi penghambat iklim investasi di Indonesia. Kegiatan ini digagas oleh pemerintah kedua negara dan The Jakarta Japan Club (JJC).

Sebelum dimulainya forum dialog tersebut, Menko Luhut dan Menteri Seko mengadakan pertemuan bilateral yang menyepakati peningkatan kerja sama ekonomi dan pembangunan kedua negara.

Menteri Seko juga mengapresiasi kesediaan Pemerintah Indonesia untuk berdialog dengan para investor Jepang serta menindaklanjuti keluhan maupun hambatan dalam berusaha di Indonesia. (Ant)