logo alinea.id logo alinea.id

Mandiri Sekuritas pangkas outlook IHSG jadi 6.650

PT Mandiri Sekuritas memangkas target proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari 6.800 menjadi 6.650 akhir 2019.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 09 Sep 2019 19:28 WIB
Mandiri Sekuritas pangkas outlook IHSG jadi 6.650

PT Mandiri Sekuritas memangkas target proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari 6.800 menjadi 6.650 akhir 2019.

Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengatakan revisi turun ini dilakukan karena Indonesia terimbas perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang berpengaruh pada harga komoditas. Selain itu, faktor pemilu juga dinilai membuat investasi kurang bergairah pada semester I-2019.

"Tapi indeks kita lebih outperform dibandingkan dengan negara lain. Sebab, ekonomi Indonesia lebih terproteksi karena penggerak utamanya ekonomi domestik," kata Adrian dalam Media Gathering Macroeconomic Outlook 2019 di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/9).

Mandiri Sekuritas pun memangkas prediksi rasio laba per saham (earning per share/EPS) emiten akan tumbuh 8% tahun ini. Sebelumnya, Mandiri Sekuritas memperkirakan EPS akan berada di level 10%. 

Pemangkasan target EPS tersebut dilakukan lantaran adanya tekanan pada sektor yang terkait dengan investasi dan sektor komoditas seperti pertambangan dan perkebunan pada paruh pertama tahun ini.

"Karena saat tahun pemilu orang banyak wait and see," tutur Adrian.

Sebaliknya, sektor yang memiliki kinerja cukup baik pada semester I-2019 menurut Adrian adalah sektor barang-barang konsumsi, layanan kesehatan, dan telekomunikasi.

Untuk proyeksi 2020, dengan melihat Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), Adrian mengatakan akan berdampak positif bagi sektor investasi, layanan kesehatan, dan infrastruktur.

Sponsored

Dari layanan kesehatan, Adrian melihat dengan adanya defisit BPJS Kesehatan yang mendapatkan suntikan dari APBN, hal ini seharusnya bisa memberikan manfaat bagi emiten-emiten di sektor layanan kesehatan, rumah sakit, dan farmasi.

Kemudian untuk sektor infrastruktur, Adrian melihat sektor ini akan tumbuh sebesar 5%. Ditambah lagi, jika ibu kota baru jadi dibangun, akan menjadi bonus bagi emiten-emiten di sektor ini.

Sebagai informasi, IHSG ditutup di zona hijau pada penutupan perdagangan Senin (9/9) ke level 6.326. IHSG telah tumbuh 0,27% atau sebanyak 17,27 poin sejak awal tahun 2019. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp57,383 triliun sejak awal tahun.