sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mandiri Sekuritas ramal IHSG merangkak ke level 5.500

Investor ritel telah bergairah kembali di awal semester II-2020, sedangkan nasabah institusi masih wait and see.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 23 Jul 2020 16:16 WIB
Mandiri Sekuritas ramal IHSG merangkak ke level 5.500
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 262022
Dirawat 60064
Meninggal 10105
Sembuh 191853

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal masih bisa merangkak naik menyentuh level 5.500 di akhir tahun 2020. Menurut Mandiri Sekuritas, IHSG masih memiliki ruang untuk tumbuh selama semester II-2020, dengan catatan tidak ada berita buruk.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Dannif Danusaputro mengatakan krisis saat ini dimulai krisis kesehatan. Artinya, jika vaksin pandemi Covid-19 berhasil ditemukan, maka bakal menjadi dorongan positif bagi pasar.

"Tren dari penyebaran Covid-19, kalau diputuskan rantainya, maka IHSG bisa positif," ujar Dannif dalam konferensi pers Mandiri Sekuritas, Kamis (23/7).

Beberapa sektor industri dalam IHSG diprediksi bisa bangkit kembali jika pandemi usai. Yaitu, sektor konsumer, infrastruktur jalan tol, dan keuangan.

Sepanjang tahun ini, IHSG mengalami fluktuasi. Catatan Alinea.id, IHSG sempat merosot tak lama setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kasus positif pertama Covid-19 pada 2 Maret lalu. Pada perdagangan 9 Maret 2020, IHSG ditutup turun lebih dari 5% atau mencapai 6,5% ke level 5.136. Kejadian ini sangat langka dan biasanya terjadi saat krisis ekonomi.

Bursa porak poranda dan melanjutkan tren penurunan hingga akhir Maret. Bahkan, saat itu otoritas bursa terpaksa menerapkan kebijakan penghentian perdagangan atau trading halt setidaknya sebanyak enam kali lantaran IHSG terjun lebih dari 5%. 

Sementara itu Direktur Operations Mandiri Sekuritas Heru Handayanto melihat, di awal semester II-2020 investor ritel telah bergairah kembali. Sebaliknya, nasabah institusi tercatat masih belum kembali ke pasar dan mengambil sikap hati-hati alias wait and see.

"Berdasarkan data yang ada, teman-teman ritel transaksinya sehat, main di saham LQ45 dan IDX80. Jadi memilih saham yang sehat dan nilai transaksinya juga bertambah," ucap Heru.

Sponsored

Heru menuturkan kondisi tersebut bisa berlanjut hingga 2021. Dirinya optimistis untuk pergerakan IHSG 2021 juga bakal bertenaga. Heru yakin apabila pandemi membaik, nasabah institusi akan kembali masuk ke pasar.

Perkiraan itu memperhitungkan adanya dana cash investor di Mandiri Sekuritas sebesar Rp2,4 triliun yang siap masuk ke pasar modal. 

"Dari data rekening dana nasabah (RDN) kami, dana itu tidak lari ke mana-mana, tidak digunakan untuk konsumsi oleh investor. Tapi mereka menunggu dan akan masuk lagi," tuturnya. 

Berita Lainnya
×
img