sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Mantan Bos Pertamina Dwi Soetjipto resmi jabat Kepala SKK Migas

Mantan Bos Pertamina dan Semen Indonesia Dwi Soetjipto resmi menjabat sebagai Kepala SKK Migas menggantikan Amien Sunaryadi.

Sukirno
Sukirno Selasa, 04 Des 2018 07:09 WIB
Mantan Bos Pertamina Dwi Soetjipto resmi jabat Kepala SKK Migas

Mantan Bos Pertamina dan Semen Indonesia Dwi Soetjipto resmi menjabat sebagai Kepala SKK Migas menggantikan Amien Sunaryadi.

Dwi Soetjipto resmi menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Dia berjanji akan melibatkan banyak investor dalam kegiatan eksplorasi masif demi meningkatkan cadangan Migas di Indonesia.

"Peningkatan cadangan ini harus dilakukan melalui kegiatan eksplorasi yang masif, dan itu tentu perlu banyak mengundang investor," ujar Dwi di Jakarta, Senin (3/12).

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan investasi, seperti kendala-kendalanya akan didiskusikan dan dilaporkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Selain itu, Kepala SKK Migas baru itu juga akan melanjutkan hasil-hasil baik yang telah dicapai oleh pendahulunya dalam hal organisasi dan tata kelola (govenance).

"Dalam tiga bulan pertama ini ada beberapa pending matters yang harus kita selesaikan, rencana kerja tahun 2019, terus ada beberapa rencana pengembangan atau plan of development (PoD) yang pending dan harus kita selesaikan," tuturnya usai dilantik dalam upacara pelantikan yang dipimpin Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Dia menuturkan, akan mempelajari dan memetakan cekungan-cekungan yang berpotensi menjadi cadangan migas besar yang baru atau giant discovery.

"Saya harus pelajari dulu posisinya seperti apa nanti. Dalam satu dua pekan ini memetakan atau mapping cekungan itu ada dimana yang bisa besar," katanya.

Sponsored

Dia juga akan mempelajari data-data dan servis yang telah didapat oleh Kepala SKK Migas sebelumnya Amien Sunaryadi dan timnya.

Upaya Dwi dalam rangka menemukan cadangan migas besar yang baru tersebut merupakan amanah yang disampaikan oleh Amien saat menyampaikan pidato terakhirnya sebagai Kepala SKK Migas.

Dalam pidatonya tersebut, Amien menyampaikan agar perusahaan Indonesia bisa menemukan cadangan migas besar yang baru. "Pesan saya Indonesia butuh cadangan besar baru," tuturnya.

Hal itu menurutnya karena upaya untuk meningkatkan produksi saat ini, namun kalau dilihat dari lifting minyak paling naik 300.000 barel dari 725.000 barel menjadi 1 juta barel. "Itu bukan yang dibutuhkan Indonesia. Indonesia butuh sekitar 1,5 juta barel, jadi yang dibutuhkan oleh Indonesia mau tidak mau adalah cadangan besar yang baru atau giant discovery," tutur Amien.

Perusahaan Indonesia pernah menemukan cadangan minyak agak besar di Jatibarang pada tahun 1967 dan Bunyu Nibung pada tahun 1974. Sejak saat itu perusahaan migas Indonesia belum menemukan kembali cadangan minyak seperti itu, dan bahkan cadangan-cadangan migas berukuran besar di Indonesia ditemukan namun oleh perusahaan asing. 

Dwi Soetjipto sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) periode 2014 hingga 2017. Selama menjabat di Pertamina, ada beberapa pekerjaan yang dilakukan. Salah satunya adalah membekukan PT Pertamina Energy Trading (Petral).

Dwi juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Gresik Tbk. sejak tahun 2005. Seiring dengan transformasi Semen Gresik menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR), Dwi melanjutkan jabatannya sebagai orang nomor satu di Semen Indonesia dari tahun 2010 hingga 2014.

Dwi meraih gelar insinyur dari jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Kemudian, melanjutkan Magister Manajemen di Universitas Andalas Padang. Pada tahun 2009 meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen Kekhususan Manajemen Stratejik dari Universitas Indonesia. Saat ini Dwi Sutjipto juga dipercaya sebagai Ketua Ikatan Alumni Institute Teknologi Sepuluh Nopember.

Harapan Jonan

Menteri ESDM Ignasius Jonan meminta kepada Kepala SKK Migas yang baru Dwi Soetjipto agar dapat melanjutkan tata kelola (governance).

"Saya menganjurkan atau minta beberapa hal sebagai menteri dan Ketua Komite Pengawas SKK Migas yang pertama itu melanjutkan tata kelola atau governance yang sudah dibangun pak Amien selama empat tahun," ujarnya saat melantik Dwi Soetjipto.

Jonan lebih lanjut menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah melihat sosok yang bekerja dengannya yang bisa mengubah organisasi untuk bisa mencapai governance sangat baik.

Selain itu Jonan juga membenarkan pesan yang sebelumnya disampaikan oleh Kepala SKK Migas lama Amien Sunaryadi bahwa Indonesia harus meningkatkan cadangan migas.

"Wilayah kerja yang sudah diterminasi, diperpanjang atau diserahkan kepada operator lain itu diwajibkan menyediakan komitmen kerja pasti untuk eksplorasi, yang besarnya kurang lebih sampai hari ini US$2 miliar untuk sepuluh tahun mendatang. Jadi ini bisa dipaket," katanya.

Pesan berikutnya dari Jonan terkait wilayah kerja (WK) terminasi yang akan memasuki jatuh tempo perlu diselesaikan oleh Kepala SKK Migas baru.

"Ada WK terminasi yang akan jatuh tempo sampai 2023, jadi tolong diselesaikan dan tolong membantu Direktorat Jenderal Migas untuk melakukan lelang terbuka untuk WK eksplorasi," tuturnya dalam pidato sambutan pelantikan Kepala SKK Migas baru.

Jonan juga berpesan agar Kepala SKK Migas baru bisa mengatur dengan baik kontrak lama tersisa yang masih menggunakan skema cost recovery, bukan gross split. "Kita akan fair saja dengan para mitra kita, tapi harga satuan mesti dihitung dengan baik," kata Jonan.

Pesan terakhir dari Menteri ESDM itu ialah agar Kepala SKK Migas baru semaksimal mungkin mendorong para kontraktor menggunakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri atau TKDN. "TKDN ini memang sangat tricky kalau menurut saya, tapi ini sama-sama niatnya baik. Kalau bisa diadakan di dalam negeri diadakan, kalau tidak ya tidak," kata Jonan.

Sumber : Antara