sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Marketplace wisata Pigijo resmi melantai di bursa

Start up marketplace perjalanan wisata Pigijo menjadi yang pertama masuk ke papan akselerasi bursa.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 08 Jan 2020 11:16 WIB
Marketplace wisata Pigijo resmi melantai di bursa
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

PT Tourindo Guide Indonesia Tbk. (PGJO) resmi melepas saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/1). Perusahaan marketplace perjalanan wisata ini menjadi emiten pertama yang melantai di bursa tahun 2020 sekaligus perusahaan pertama yang tercatat di papan akselerasi.

Direktur Utama PGJO Claudia Ingkriwang mengatakan dalam initial public offering (IPO) perusahaan melepas 48,98% dari total saham dengan dana segar yang berhasil dikumpulkan sebanyak Rp12 miliar.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, saham PGJO tercatat naik 10% ke level Rp88 per lembar saham dengan volume transaksi sebanyak 5.529 lot dengan nilai Rp48,66 juta.

"Dana hasil penawaran umum ini akan kami gunakan untuk peningkatan platform, perluasan mitra, dan marketing," kata Claudia di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (8/1).

PGJO telah memiliki sekitar 4.000 mitra yang tersebar di seluruh Indonesia dengan paket tur wisata. 

Claudia menuturkan perseroan menargetkan180.000 transaksi pada aplikasi Pigijo pada 2020. Selain wisatawan domestik, Pigijo juga membidik wisatawan mancanegara (wisman) sebagai pengguna aplikasi mereka.

"Aplikasi ini akan sangat membantu wisman yang akan datang ke Indonesia. kami berharap 10%-20% wisman yang datang ke Indonesia pakai Pigijo," tuturnya.

Lebih lanjut, Claudia mengatakan Pigijo belum mencatatkan laba hingga akhir 2019. Namun, Claudia optimistis Pigijo bisa meraup laba di tahun keenam dengan strategi bisnis yang telah dimiliki perseroan.

Sponsored

Sebagai informasi, perusahaan-perusahaan yang masuk ke papan akselerasi tercatat boleh membukukan kerugian. Perusahaan harus memiliki proyeksi akan memperoleh laba maksimal di tahun keenam.

Perusahaan yang masuk ke papan akselerasi pun harus merupakan perusahaan dengan aset skala kecil dengan jumlah aset berada di bawah Rp50 miliar, atau aset skala menengah dengan total aset di atas Rp50 miliar, tapi tak melebihi Rp250 miliar.
 

Berita Lainnya