sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Masih dibayangi Covid-19, IHSG diprediksi bergerak melemah

Pergerakan dibayangi kekhawatiran semakin tingginya kasus Covid-19 di beberapa negara Asia dan di Indonesia setelah libur panjang Idulfitri.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 18 Mei 2021 09:13 WIB
Masih dibayangi Covid-19, IHSG diprediksi bergerak melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,23% ke level 5.850 pada perdagangan Selasa (18/5).

Analis Artha Sekuritas, Dennies Christoper, mengatakan, investor masih menanti komentar The Fed atas peningkatan inflasi lebih dari 2%, yaitu target maksimal bank sentral Amerika Serikat (AS) untuk mengambil langkah lanjut terhadap pemulihan ekonomi. Sebagaimana diketahui, inflasi berada di level 4%. 

"Investor cemas bila suku bunga dapat kembali meningkat dan program pembelian obligasi dihentikan. Hal tersebut tentunya akan mengganggu beberapa bisnis yang bergantung pada suku bunga rendah seperti properti," kata dia. 

Sementara itu, bursa Asia dibuka menguat meskipun data ekonomi Jepang mengecewakan, yang menyusut sebesar 5,1% YoY. Selain itu, WHO memperingatkan, kasus Covid-19 bermunculan kembali di Asia meskipun vaksinasi telah bergulir.

Dennies memperkirakan IHSG bergerak melemah pada hari ini. Menurutnya, pergerakan masih dibayangi kekhawatiran akan semakin tingginya kasus Covid-19 di beberapa negara di Asia dan di Indonesia setelah libur panjang Idulfitri.

"Secara teknikal, terlihat trend bearish yang cukup kuat dan akan melanjutkan pelemahan dalam jangka waktu menengah," kata dia. 

Sementara analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, menuturkan, secara sentimen pergerakan IHSG hari ini berpotensi menguat didukung optimisme regional yang mengabaikan data PDB Jepang yang negatif dan kenaikan harga komoditas tambang. 

"Dari dalam negeri, vaksinasi gotong royong yang berjalan mulai hari ini bisa membawa optimisme bagi pasar domestik," ujarnya.

Sponsored
Berita Lainnya