logo alinea.id logo alinea.id

Mayora bidik ekspor US$40 juta ke Rusia pada 2019

Mayora andalkan kopi saset Torabika dan produk biskuit untuk merangsek pasar Rusia.

Soraya Novika
Soraya Novika Rabu, 06 Feb 2019 14:12 WIB
Mayora bidik ekspor US$40 juta ke Rusia pada 2019

Produsen makanan dan minuman PT Mayora Indah Tbk. (Mayora Group) membidik ekspor kopi saset dan makanan ringan senilai US$40 juta ke Rusia sepanjang 2019.

"Kami targetkan ekspor 2.000 kontainer atau setara dengan US$40 juta. Selain produk kopi, kami juga akan mengekspor produk biskuit tahun ini," ujar Presiden Direktur Mayora Group Andre Atmadja dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/2).

Sebelumnya, produsen kopi merek Torabika ini mengklaim telah berhasil mengirim produk kopi sebanyak 1.000 kontainer ke negara Beruang Merah tersebut.

"Untuk Rusia saja, pencapaian tersebut menunjukkan pertumbuhan bisnis yang melebihi 30% dibandingkan 2017," imbuhnya.

Tidak hanya berhasil menembus pasar Rusia, Andre mengungkapkan, produk kopi sasetnya, yaitu Torabika Cappuccino juga sukses menjadi leader market di Rusia untuk kategori kopi instan cappuccino. 

Dia mengklaim Torabika Cappuccino menjadi salah satu merek kopi instan cappuccino yang sangat diminati masyarakat Rusia utamanya di kalangan anak muda.

"Ini mematahkan anggapan bahwa Indonesia hanya mampu mengekspor produk inferior, namun dapat bersaing di market global bahkan menjadi pemimpin pasar," tambahnya. 

Selain Torabika Cappucino, produk lainnya yang tengah digenjot Mayora Group adalah Torabika Macchiato yang baru saja rilis akhir 2018, dan makanan ringan Coffee Joy yang direncanakan mulai dirilis 2019 ini.

Sponsored

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pun mengapresiasi langkah Mayora yang mampu menembus pasar Rusia untuk produk-produk kopinya.

"Kami mengapresiasi dan mendorong agar Mayora dapat terus meningkatkan ekspornya, jangan hanya kopi, kalau bisa semua produk bisa menembus pasar Rusia," ungkap Enggar.

Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Verobieva optimistis hubungan antara Indonesia dan Rusia akan terus meningkat, tidak hanya hubungan diplomatik, namun juga hubungan perekonomian.

"Hubungan kedua negara saya yakini akan terus meningkat dan saya berharap hubungan perdagangan kedua negara juga akan semakin baik," tuturnya.

Sebagai informasi, Mayora Group sejak didirikan pada 1977 lalu telah beredar di lebih dari 100 negara di dunia. Di antaranya untuk pasar ASEAN, China, India, Timur Tengah, Amerika Serikat, Irak, dan Palestina.

Adapun produksi industri ini meliputi delapan divisi yang terdiri dari biskuit (Roma, Danisa, Royal Choice, Better, Slai O Lai, Sari Gandum, Sari Gandum Sandwich, Coffeejoy), kembang gula (Kopiko, KIS, Tamarin dan Juizy Milk), wafer (Beng Beng, Astor, Roma, Zuperrr Keju), coklat (Choki-choki), kopi (Torabika dan Kopiko), sereal (Energen), minuman kemasan (Teh Pucuk Harum, Le Minerale, Kopiko 78, Guava) dan makanan instant (Bakmi Mewah, Migelas, Super Bubur) serta memasarkan produknya di pasar lokal dan luar negeri.