logo alinea.id logo alinea.id

McKinsey: Layanan keuangan digital Indonesia terendah di Asia

Penetrasi penggunaan layanan keuangan non-perbankan atau melalui financial technology (fintech) di Indonesia masih sebesar 5%.

Soraya Novika
Soraya Novika Senin, 11 Feb 2019 19:11 WIB
McKinsey: Layanan keuangan digital Indonesia terendah di Asia

Penetrasi penggunaan layanan keuangan non-perbankan atau melalui financial technology (fintech) di Indonesia masih sebesar 5%. 

Partner Indonesia McKinsey & Company Guillaume de Gantes mengatakan angka ini menunjukkan bahwa pertumbuhan fintech di Indonesia adalah terendah dibanding negara lainnya di Asia.

"Indonesia masih perbankan yang unggul," ujar dia di Jakarta, Senin (11/2).

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan McKinsey bersama Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), level penetrasi di Malaysia tercatat sudah mencapai 15%, Filipina 23%, Vietnam 16%,  Taiwan 41%, Thailand 10% dan Myanmar 6%. 

Penetrasi Indonesia bahkan sangat ketinggalan jauh dibanding Jepang yang sudah mencapai 39%, China 67%, Korea Selatan 53%, Taiwan 41%, New Zealand 54% dan Singapura mencapai 48%.

McKinsey melihat Indonesia belum bisa menyamai negara seperti China karena mereka memiliki model bisnis yang berbeda dengan negara Indonesia. Selain karena tingkat inklusi keuangan Indonesia masih rendah, China juga sudah melakukan berbagai inovasi layanan keuangan. Misalnya, menggunakan aplikasi pesan instan sebagai channel pembayaran.  

"Indonesia masih nyaman menggunakan uang tunai (cash) dibanding dengan India. Indonesia secara perlahan juga akan berpindah. Tapi butuh banyak waktu untuk melihat hal itu," imbuhnya.

The McKinsey Global Institute baru-baru ini juga merangkum indeks dengan mensurvei 17 negara menggunakan 31 metriks yang meliputi tiga kategori, yakni 'digital foundation', 'digital reach', dan 'digital value'. Pada 2017, skor Indonesia dalam indeks ini hanya menggapai level 36 dari skala 0-100. 

Sponsored

Angka tersebut tentu yang terendah dibanding skor negara lain yang memiliki ekonomi digital lebih matang, seperti Singapura dan Korea Selatan. Namun, pertumbuhan digitalisasi di Indonesia dalam tiga tahun terakhir merupakan yang tercepat dari 17 negara lain dalam skala indeks tersebut.

"Indonesia merupakan negara dengan digitalisasi tercepat, dibanding Brazil dan Tiongkok. Cara orang mengkonsumsi sudah berubah dan sudah lebih beragam begitu pula variasi produk yang digunakan," tutupnya.